Saturday, May 4, 2013

Sumbangan dan Peran Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi, dan Antropologi dalam IPS




Ruang lingkup mata pelajaran IPS terdir dari beberapa ilmu sosial, diantaranya adalah sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, dan antropologi.

a. Sejarah
Dalam Fakhi Samlawi (1998:11), sejarah berkaitan dengan peristiwa masa lalu. Sejarah merekam sejumlah aspek kejadian, baik aspek sosial, budaya, geografi, ekonomi, maupun politik. Oleh karena itu sejarah sering dipandang sebagai fondasi atau komponen dari semua ilmu sosial. Konsep utama dalam sejarah adalah waktu dan kejadian. Namun tidak semua hal tentang masa lalu dapat disebut sejarah. Cerita atau dongeng yang bersifat fiktif tentang masa lalu atau diragukan fakta pembuaktiannya tidak tepat untuk dapat disebut sejarah sebagai pengajaran. Sejarah yang baik menceritakan tentang orang dan kejadian dalam semangat pengkajian sehingga mendorong pendengar atau pembacanya berfikir kritis tentang apa yang benar-benar terjadi, mengapa, dan apa artinya. Jadi sejarah sebagai ilmu sosial harus membangkitkan kajian kritis terhadap peristiwa masa lalu.
Sejarah memberikan ilmu pengetahuan sosial tentang kumpulan pengetahuan masa lalu, yang memberikan pandangan bermakna terhadap apa yang sedang terjadi pada saat ini dan apa yang diharapkan pada masa datang. Hal ini dapat merupakan penjelasan tentang hubungan sebab akibat dari peristiwa (kejadian). Peristiwa-peristiwa tidak pernah terjadi dalam suatu kekosongan, melainkan ada sesuatu yang harus menimbulkan peristiwa dan ada sesuatu yang lain yang akan dipengaruhi olehnya.
Salah satu kendala yang dihadapi oleh guru adalah memilih konsep sejarah dan memberi arah atau makna bagi siswa dan kehidupannya. Hal yang tidak diharapkan adalah bila para siswa belajar semua kumpulan pengetahuan sejarah sebagai hapalan belaka. Pengetahuan sejarah atau peristiwa-peristiwa sejarah tersebut harus diseleksi, sesuai dengan kelayakan usia siswa dan kebermaknaannya untuk masa sekarang dan mendatang. Para siswa perlu dilatih menemukan hubungan antara peristiwa sehingga mereka dapat menggunakan alat-alat pengkajian mereka sendiri untuk menentukan bagaimana pilahan-pilahan informasi itu cocok satu sama lain.
b. Geografi
Fakhi Samlawi (1998: 12) menjabarkan bahwa geografi merupakan ilmu sosial yang memiliki kajian tentang ruang dan jarak yang menjadi tempat tinggal manusia. Selain itu juga berkaitan dengan konsep wilayah (region), bermakna suatu daerah yang meliputi jarak/luas tertentu. Konsep-konsep lain yang seringkali digunakan dalam pengetahuan geografi adalah lokasi, posisi (kedudukan), situasi, tempat (site), distribusi dan perancangan. Menentukan lokasi atau menemukan suatu tempat di permukaan bumi ini memerlukan ketrakaitan dengan tempat-tempat yang diketahui. Posisi (kedudukan) saat ini ditentukan oleh garis latitide dan longitude. Sementara itu tempat (site) merujuk pada lokasi dari suatu tempat yang pasti dengan suatu gambaran atau sumber-sumber daya setempat. Distribusi (pembagian) berarti di mana orang-orang hidup di atas bumi, sedangkan arrangement (perancangan) merujuk pada bagaimana benda-benda ditempatkan di tempat orang-orang hidup.
Para ahli geografi dapat melakukan inkuiri (pengkajian) dalam bentuk pembuatan peta atau membandingkan persamaan dan perbedaan antara daerah-daerah di dunia. Geografi pun dapat mengkaji gambaran fisik dari daerah, faktor-faktor cuaca, kepadatan penduduk, sumber-sumber alam, penggunaan tanah, produksi pertanian, industri, ekspor, dan impor. Geografi mendorong para siswa untuk belajar bagaimana berbagai faktor di suatu daerah, baik fisik maupun budaya, saling berinteraksi.
Geografi memberikan ilmu pengetahuan sosial tentang hubungan interakasi antara orang-orang dan ruang/tempat dan jarak. Bagaimana orang-orang mempengaruhi tempat di mana dia tinggal dan bagaimana tempat-tempat itu mempengaruhi orang-orang yang hidup disitu.
c. Ekonomi
Fakhi Samlawi (1998: 14) menjabarkan bahwa perhatian utama seorang ahli ekonomi adalah pada kemampuan masyarakat untuk menyesuaikan kebutuhan mereka yang tidak terbatas kepada sumber-sumber daya mereka yang terbatas.
Seorang ahli ekonomi tertarik pada tindakan masyarakat dalam menggunakan sumber-sumber daya, baik sumber daya manusia maupun sumber daya fisik (alam), dalam menghasilkan barang dan jasa dan pendistribusiannya pada masyarakat. Ia akan mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tentang apa, bagaimana, kapan, dan untuk siapa memproduksi sumber daya itu. Tugas utama ilmu ekonomi adalah menjelaskan persamaan-persamaan esensial dan hakikat-hakikat perbedaan dalam kehidupan ekonomi pada masyarakat yang berbeda itu, sehingga seseorang dapat memahami dengan lebih baik tentang kondisi-kondisi tempat dia hidup dan memahami alternatif-alternatif yang terbuka baginya.
Konsep-konsep yang paling dasar dalam ilmu ekonomi adalah kelangkaan (scarcity), spesialisasi (specialization), saling ketergantungan (interdependence), pasar (market), dan kebijaksanaan umum (public policy). Kelangkaan berarti bahwa suatu pilihan harus dibuat dalam pengalokasian sumber-sumber daya material, yakni karena ketidakcukupan sumber-sumber daya tertentu, apakah uang, waktu, atau minyak bumi, yang ingin digunakan masyarakat sesuai keinginannya, sehingga masyarakat harus membuat pilihan.
Konsep spesialisasi merujuk pada pembuatan pilihan yang sepenuhnya atau sesutuhnya hanya pada satu macam tugas. Misalnya dalam sebuah perusahaan pakaian jadi, Beni bekerja hanya memotong kain, Budi hanya menjahit, dan Eli yang menyetrika dan membungkusnya. Tiap-tiap pekerja sudah secara spesialisasi atau secara khusus hanya mengerjakan satu tugas khususnya.
Konsep pasar berarti ada perimbangan antara kebutuhan terhadap barang dan jasa yang telah dihasilkan atau disediakan. Konsep saling ketergantungan (interdependence) menggambarkan adanya ketergantungan/keterkaitan antara seseorang dengan lainnya. Seseorang tidak dapat menghasilkan semua hal yang dibutuhkan dan ia tergantung pada jasa orang lain. Baju, sepatu, buku, alat tulis, makanan, juga pelayanan jasa (transportasi, telepon, pendidikan, dsb.) yang anda butuhkan sehari-hari tentu tidak akan dapat anda penuhi sendiri, sehingga anda akan tergantung pada barang-barang dan jasa yang disediakan oleh orang lain. Sementara itu, konsep kebijaksanaan umum adalah suatu pola membuat keputusan yang menentukan apa yang akan dan tidak akan diproduksi atau dilakukan.
Seorang ahli ekonomi dapat melakukan pengumpulan dan analisis data tentang sistem ekonomi. Sistem ekonomi yang dimaksud adalah pola atau tatanan atau mekanisme kehidupan perekonomian. Ahli tersebut dapat melakukan penelitian untuk menentukan bagaimana sistem ekonomi berkembang dan berubah. Penelitian lainnya dapat dilakukan dengan meneliti lembaga-lembaga ekonomi seperti konsumen, bisnis, pemerintah atau pasar. Misalnya seorang peneliti atau pengamat ekonomi dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti: Apa dan bagaimana yang banyak dibeli oleh konsumen? Tipe industri apa yang sekarang ini sedang berkembang? Program ekonomi apakah yang sekarang ini didukung oleh pemerintah? Bagaimana pengaruh krisis moneter terhadap daya beli dan kesejahteraan masyarakat?
Seorang pengkaji ekonomi dapat juga meneliti efisiensi sistem ekonomi untuk menentukan apakah perkembangan ekonomi secepat yang diharapkan dalam kondisi saat ini. Ia juga dapat melakukan ramalan tentang kegiatan ekonomi masyarakat di masa depan apakah akan naik atau turun.
Menurut Skeel (Fakhi Samlawi, 1998: 16) menuturkan bahwa sumbangan ilmu ekonomi terhadap Ilmu Pengetahuan Sosial adalah untuk menyediakan pengetahuan tentang bagaimana masyarakat memutuskan untuk menggunakan dan mengalokasikan sumber-sumber daya mereka, bagaimana sistem ekonomi berkembang dan berjalan, dan tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh orang-orang dan sistem ekonomi ketika mereka mencoba memenuhi kebutuhannya. Para siswa akan menyadari bagaimana sumber daya yang terbatas akan menyebabkan mereka membuat keputusan tentang bagaimana sumber daya mereka digunakan.
d. Sosiologi
Dalam Fakhli Samlawi (1998:19) dijelaskan bahwa para ahli sosiologi menaruh perhatian pada perilaku dan lembaga serta interaksi antar individu dan kelompok/asosiasi dalam bermayarakat. Sosiologi mengamati keanggotaan orang-orang dalam kelompok, seperti dalam keluarga, sekolah, lembaga agama, dan pemerintah. Mereka mengkaji tentang kelompok-kelompok, misalnya tentang organisasi internalnya, proses pemeliharaan keutuhan kelompok itu, dan hubungan si antara anggota-anggotanya. Para ahli sosiologi itu juga mengkaji pengaruh kelompok tersebut terhadap para anggotanya, untuk mengenali perubahan perilaku yang ditunjukkan oleh para anggotanya.
Para sosiolog dapat menyumbangkan pengetahuan tentang lembaga-lembaga sosial (social institution). Mereka pun dapat mengkaji tentang keanggotaan, perilaku, tujuan, norma, nilai, peran, kekuasaan, dan lokasi. Mereka dapat menggambarkan proses sosial (social process) dari interaksi yang paling sederhana ke sosialisasi, kerjasama, persaingan (kompetisi), dan pertentangan (konflik). Mereka dapat juga menjelaskan mengapa para anggota suatu kelompok berperilaku seperti itu.
Konsep-konsep utama dalam sosiologi mencakup kelompok (group), lembaga (institution), peran (role), norma (norm), nilai (value), sosialisasi (socialization), dan msyarakat (society). Konsep kelompok (group) menunjukkan sejumlah orang yang hidup bersama dalam mencapai satu tujuan atau karena mereka mengikuti tatanan nilai yang sama. Konsep lembaga atau pranata (institution) merujuk bukan hanya kepada lembaga dalam arti wadah atau badan. Lembaga atau pranata sosial menurut Soerjono Soekanto adalah himpunan dari norma-norma dari segala tindakan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat. Jadi pranata sosial pada dasarnya bermula dari adanya kebutuhan-kebutuhan manusia yang perlu dipenuhi, yang pemenuhannya memerlukan keteraturan. Lembaga atau pranata sosial itu misalnya lembaga keluarga. Lembaga ekonomi, lembaga pendidikan, lembaga politik, dan lembaga agama.
Peran (role) sebagai konsep sosiologidapat diartikan sebagai fungsi peran oleh seseorang dalam suatu lembaga sesuai dengan kedudukan atau statusnya. Sosialisasi dapat diartikan sebagai proses membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berfikir kelompoknya, agar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. Dengan kata lain sosialisasi merupakan proses mempelajari norma, nilai, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan partisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial.
Konsep norma (norm) merujuk tatanan normatif yang diharapkan dari individu dalam suatu peran. Norma menurut Robert MZ Lawang dalam Fakhi Samlawi (1998: 20) adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu. Norma memungkinkan seseorang untuk menentukan terlebih dahulu bagaimana tindakannya itu akan dinilai oleh orang lain, dan norma ini merupakan kriteria bagi orang lain untuk mendukung atau menolak perilaku seseorang. Sementara itu nilai (value) adalah apa yang dianggap penting atau berharga bagi individu atau kelompok. Menurut Lawang nilai adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, yang berharga, yang mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu.
Sosiologi memerikan sumbangan kepada IPS berupa pemahaman tentang bagaimana lembaga-lembaga sosial berkembang dan bagaimana orang-orang berinteraksi di dalamnya. Para siswa dapat belajar tentang lembaga-lembaga tersebut dan bagaimana lembaga-lembaga tersebut mempengaruhi kehidupannya.
e. Antropologi
Dalam Fakih Samlawi (1998: 21), beberapa konsep dasar antropologi meliputi kebudayaan (culture), adat istiadat (custom), etika (ethics), ras (race), tradisi (traditions), hukum (law), dan keyakinan (beliefs).
Kebudayaan adalah perilaku sekelompok orang sebagai hasil belajar. Adat istiadat atau kebiasaan adalah perilaku yang biasa atau diterima atau dipraktekkan dalam kelompok manusia. Etika adalah keputusan di dalam suatu kelompok tentang apa yang baik dan benar. Ras menggambarkan sekelompok besar orang yang mempunyai gambaran yang dapat dibedakan secara jelas dan membedakannya dari kelompok lainnya. Hukum adalah perangkat aturan yang resmi yang disetujui oleh suatu kelompok dan didijadikan sebagai pedoman perilaku. Keyakinan adalah kebenaran yang diterima yang kita pegang tanpa bukti yang positif. Tradisi adalah keyakinan dan adat istiadat yang turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Antropologi memberikan sumbangan kepada ilmu pengetahuan sosial dengan memberikan pengertian tentang bagaimana kebudayaan berkembang dan mengapa kebudayaan tersebut berbeda. Antropologi membantu para siswa memahami bagaimana dan mengapa orang-orang mempunyai kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan mereka sendiri.
Sumber :
Laboratorium IPS Terpadu. Oleh : Safitri Yosita Ratri, S.Si., M.Pd. (UNY)

Kindly Bookmark this Post using your favorite Bookmarking service:
Technorati Digg This Stumble Stumble Facebook Twitter
Your adsense code goes here

1 komentar:

Elica on February 25, 2019 at 9:28 PM said...


informatif sekali , thanks infonya
Intergrated Industrial City

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 

| SOCIAL STUDIES-Qu News © 2013. All Rights Reserved |Template Style by Social Studies-Qu News | Design by Fer Bas | Back To Top |