Showing posts with label artikel pendidikan. Show all posts
Showing posts with label artikel pendidikan. Show all posts

Saturday, May 11, 2013

Substansi Pendidikan Karakter Dalam UU Sistem Pendidikan Nasional

0 komentar
Banyak sekali orang yang berbicara mengenai pendidikan karakter, namun mereka sering kali tidak tahu dasar hukum yang tersemat dalam undang undang apa, karena sibuk berbicara konsep ini dan itu mengenai pendidikan karakter, jadi akan lebih baik jika kita tahu dulu minimal dasar hukum pendidikan karakter.

Kerangka Pikir Pendidikan Karakter dari Lickona

0 komentar


Pendidikan karakter, itulah yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah indonesia, tersebut tidak lepas dari semakin semrawutnya moral para pemimpin dan calon pemimpin bangsa ini, pendidikan karakter tidak lepas dari esensi karakter itu sendiri berikut ini adalah pendapat seorang tokoh tentang karakter.

DEFINISI KONSEP KONSERVASI MENURUT PARA AHLI

1 komentar


Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah konservasi baik di media cetak maupun media elektronik, wacana konservasi tidak hanya didengungkan di indonesia namun sudah masuk dalam tataran global, hal tersebut dikarenakan adanya ketakutan global, terhadap beberapa hal yang dirasa berpengaruh terhadap kelangsungan hidup manusia secara global, dapat kita ambil contoh mengenai ruang terbuka hijau yang berkaitan dengan pemanasan global. Untuk menanggulangi pemanasan global dilemparlah wacana konservasi hutan sebagai benteng dari pemanasan global. Lalu yang jadi pertanyaan apa yang dimaksud konservasi, berikut ini adalah beberapa pendapat ahli mengenai pengertian atau definisi konsep konservasi.

Saturday, May 4, 2013

Sumbangan dan Peran Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi, dan Antropologi dalam IPS

1 komentar


Ruang lingkup mata pelajaran IPS terdir dari beberapa ilmu sosial, diantaranya adalah sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, dan antropologi.

Tujuan, Manfaat, dan Fungsi Laboratorium IPS Terpadu

0 komentar


Beberapa tujuan dan manfaat laboratorium terpadu diantaranya adalah :

1. Mewujudkan model pembelajaran berpusat pada siswa dengan pendekatan interactive learning (guru bertindak sebagai fasilitator), integrated learning dan berbagai pendekatan sesuai dengan karakteristik tiap – tiap mata pelajaran (metode pembelajaran nonkonvensional) yang mengarah pada optimalisasi pemanfaatan dan pengembangan potensi daerah.

Friday, April 26, 2013

Media Sebagai Sumber Belajar

0 komentar


Belajar mengajar adalah suatu proses yang mengolah sejumlah
nilai untuk dikonsumsi oleh setiap peserta didik. Nilai-nilai itu tidak
datang dengan sendirinya, tetapi terambil dari berbagai sumber.
Sumber belajar yang sesungguhnya banyak sekali terdapat di manamana;
di sekolah, di halaman, di pusat kota, di pedesaan, dan
sebagainya. Winataputra dan Ardiwinata (1991: 65) mengelompokkan
sumber-sumber belajar menjadi lima kategori, yaitu manusia,
buku/perpustakaan, media massa, alam lingkungan dan media
pendidikan, alam lingkungan dan media pendidikan. Karena itu,
sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan
sebagai tempat di mana bahan pengajaran terdapat atau asal untuk
belajar seseorang.

Media Pembelajaran Sebagai Alat Bantu

0 komentar


Media sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar adalah
suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Karena memang gurulah
yang menghendakinya untuk membantu tugas guru dalam
menyampaikan pesan-pesan dari bahan pelajaran yang diberikan oleh
guru kepada peserta didik. Guru menyadari bahwa tanpa bantuan
media, pelajaran lebih sulit untuk dicerna dan dipahami oleh setiap
peserta didik, terutama bahan pelajaran yang rumit dan atau kompleks.

Tuesday, February 5, 2013

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL / CTL

0 komentar


US. Departement of Education Office Vocational and Adult Education and The National School to Work Office mendefinisikan Contextual Teaching And Learning (CTL) adalah konsep mengajar dan belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa mengaitkan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga dan masyarakat (http:/www.Contextual.org/19/02/2008).

Paradigma pendidikan multikulturalisme (Ika R.C)

0 komentar


Dalam konteks pendidikan, bahwa semua persoalan dalam masyarakat akan dapat diperbaiki melalui proses pendidikan. Artinya kegagalan masyarakat adalah kegagalan pendidikan dan sebaliknya. Dengan demikian, dalam mengatasi segala problematika masyarakat sebaiknya dimulai dari penataan secara sistemik dan metodologis dalam pendidikan. Salah satu komponen dalam pembelajaran adalah proses belajar mengajar (pembelajaran).

Nilai-Nilai Pendidikan dalam Pembelajaran Sejarah Masyarakat (Qaharudin)

0 komentar


Dalam pendidikan, menurut Ornstein dan Levine (dalam Saifulloh. 2011: 60-61) ada empat filsafat yang mendasari tentang pandangan terhadap pendidikan yaitu essensialisme, perenialisme, progresivisme dan rekonstruksionisme. Filsafat pendidikan essensialisme berpandangan bahwa pendidikan di sekolah harus dalam bentuk utuh pendidikan keilmuwan dengan memberikan penekanan pada pengembangan intelektualisme siswa berdasarkan disiplin ilmu.

DINAMIKA SISTEM PENDIDIKAN DALAM DUNIA PESANTREN (Ferdi)

0 komentar
Hal yang masih menjadi permasalahan utama pesantren adalah, orientasi ke belakang atau salaforiented  masih jauh lebih kuat daripada orientasi ke depan dan ini tentu tercermin dalam sistem pembelajaran dunia pesantren. Lebih rancu lagi adalah penggunaan istilah "salaf" yang belum ada kejelasannya di lingkungan pesantren. Dalam seminar Aswaja dan Budaya yang digelar Nahdlatul Ulama (NU) di Semarang menjelang Pemilu beberapa tahun lalu yang juga dihadiri Abdurrahman Wahid, di depan para al-Mukarramun para Kiai, penulis sebagai salah satu narasumber mengusulkan mentransfer nilai-nilai baru yang lebih baik dengan tetap mempertahankan nilai­nilai lama yang baik. Hal ini sesuai dengan pandangan dasar Abdurrahman Wahid yang melihat Aswaja sebagai satu ideologi yang dinamis, tidak pernah berhenti.

PERKEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM ; PESANTREN (Ferdi)

0 komentar


Kata “pesantren” mengandung pengertian sebagai tempat para santri atau murid pesantren, sedangkan kata “santri” diduga berasal dari istilah sansekerta “sastri” yang berarti “melek huruf”, atau dari bahasa Jawa “cantrik” yang berarti orang yang mengikuti gurunya kemanapun pergi. Dari sini kita memahami bahwa pesantren setidaknya memiliki tiga unsur, yakni; Santri, Kyai dan Asrama.Banyak dari kita yang memaknai pesantren dengan bentuk fisik pesantren itu sendiri, berupa bangunan-banguan tradisional, para santri yang sederhana dan juga kepatuhan mutlak para santri pada kyainya, atau disisi lain, tidak sedikit yang mengenal pesantren dari aspek yang lebih luas, yaitu peran besar dunia pesantren dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia, begitupula begitu besarnya sumbangsih pesantren dalam membentuk dan memelihara kehidupan sosial, kultural, politik dan keagamaan.[1]

PENGERTIAN MORAL

0 komentar


Kata Moral berasal dari kata latin “mos” yang berarti kebiasaan.  Kata mos jika akan dijadikan kata keterangan atau kata sifat lalu mendapat perubahan dan belakangannnya, sehingga membiasakan menjadi “morris” kepada kebiasaan moral dan lain-lain dan moral adalah kata nama sifat dari kebiasaan moral dan lain-lain, dan moral adalah kata nama sifat dari kebiasaan itu, yang semula berbunyi moralis.  Kata   sifat tidak akan berdiri sendiri dalam kehidupan sehari-hari selalu dihubungkan dengan barang lain.  Begitu pula kata moralis dalam dunia ilmu lalu dihubungkan  dengan scientia dan berbunyi scientis moralis,  atau philosophia moralis. 

PERKEMBANGAN MORAL MENURUT LAWRENCE KOHLBERG

0 komentar


Lawrence Kohlberg menekankan bahwa perkembangan moral didasarkan terutama pada penalaran moral dan berkembang secara bertahap. Kohlberg sampai pada pandangannya setelah 20 tahun melakukan wawancara yang unik dengan anak-anak.

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BAGI ANAK AUTIS

0 komentar


Autisme berasal dari kata auto yang berarti berdiri sendiri. Istilah ini mulai diperkenalkan Leo Kanner pada tahun 1943. Saat itu ia melihat anak autisme yang berperilaku aneh, terlihat tak acuh dengan lingkungan, dan cenderung menyendiri seakan hidup dalam dunia yang berbeda.

Thursday, January 31, 2013

PENGERTIAN DAN MANFAAT LESSON STUDY (Ferdinan)

0 komentar


Lesson study sudah berkembang di Jepang  sejak awal tahun 1960-an. Melalui kegitan tersebut guru-guru di Jepang mengkaji pembelajaran melalui perencanaan dan observasi bersama yang bertujuan untuk memotivasi siswa-siswanya aktif belajar mandiri. Lesson study merupakan terjemahan langsung dari bahasa Jepang jugyekenkyu, yang berasal dari dua kata jugyo yang berarti lesson atau pembeljaran, dan kenkyu yang berarti research atau pengkajian. Dengan demikian lesson study merupakan penelitian atau pengkajian terhadap pembelajaran.(Hendayana, dkk, 2007:20).

Saturday, December 8, 2012

Peran Kelompok sebaya atau teman terhadap perkembangan anak

0 komentar


Setelah keluarga, kelompok sebaya mungkin paling besar pengaruhnya terhadap pembentukan kepribadian anak. Peranan kelompok sebaya ini menjadi lebih penting terutama saat anak berusaha melepaskan diri dari pengaruh kekuasaan orang tua. Peralihan dari dominasi pengaruh keluarga beralih ke dominasi pengaruh kelompok tidak selamanya berjalan mulus. Seringkali peralihan ini ditandai oleh bebrapa konflik dan ketegangan, baik dipihak anak itu sendiri atau dipihak  orangtua.

Peran lingkungan keluarga terhadap perkembangan Anak

0 komentar


Peran  lingkungan keluarga  terhadap perkembangan Anak
1.      Lingkungan Keluarga
Keluarga merupakan bentuk kehidupan sosial yang asasi, yang merupakan unit kehidupan bersama antar manusia yang terkecil. Keluarga juga merupakan lembaga kehidupan yang asasi dan alami, setiap manusia dalam hidupnya mengalami kehidupan dalam keluarga.

Teori ekologis menurut pandangan Urie Brofenbrenner

0 komentar


Teori ekologis menurut pandangan Urie Brofenbrenner
Berbeda dengan teori etologi yang menekankan factor biologis, teori ekologis menekankan faktor lingkungan.

Saturday, November 24, 2012

Pengertian Konsentrasi Belajar

0 komentar


Konsentrasi adalah kecakapan yang bisa diajarkan oleh para orang tua dan
guru (Robert Dilts & Jenifer Dilts).  Konsentrasi juga mengandung pengertian
memusatkan pikiran untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh, anak yang sedang membaca jika anak berkonsentrasi maka anak akan tahu isi bacaan yang sedang dibaca, tetapi jika anak tidak berkonsentrasi maka anak tidak akan tahu isi bacaan tersebut. Konsentrasi dibutuhkan pada saat belajar, baik di sekolah maupun di rumah.
 

| SOCIAL STUDIES-Qu News © 2013. All Rights Reserved |Template Style by Social Studies-Qu News | Design by Fer Bas | Back To Top |