Thursday, November 2, 2017

ISLAM DI AFRIKA




ISLAM DI AFRIKA[1]

Abstrak
Islam merupakan agama  yang tersebar dipertengahan bumi ini yang terbentang dari tepi laut Afrika sampai laut pasifik selatan,dari padang rumput siberia sampai ke pelosok asia tenggara bangsa Berber Afrika Barat, Sudan, Afrika Timur yang berbahasa Swahili, bangsaArab Timur Tengah bangsa Turki, Irania,bangsa Turki dan Persi yang tinggal di Asia Tengah. Dari sisi latar etnis, bahasa, adat, organisasi politik, dan pola kebudayaan dan teknologi mereka menampilkan keragaman kemanusiaan, namun Islam menyatukan meraka. Meskipun seringkali tidakmenjadi totalitas kehidupan meraka, namun Islam terserap dalam konsep, aturan keseharian, memberikan tata ikatan kemasyarakatan, dan memenuhi hasrat mereka meraih kebahagiaan hidup. Lantaran keragaman tersebut, Islam berkembang menjadi keluarga terbesar umat manusia.
Dalam kajian paper  kali ini saya akan mengfokuskan pembahasan tentang sejarah masuknya Islam di Afrika, yang di dalamnya terdapat beberapa kawasasan atau wilayah jajahan/dakwah islam ke berbagai kerajaan di wilayah-wilayah afrika. Dalam kajian yang akan saya buat ini akan sangat menarik, karna didalamnya terdapat perlawanan, pembrontakan uamat kristen terhadap umat Islam pada awal masuknya Islam di Afrika.

Islam masuk ke Afrika
Agama Islam masuk ke daratan Afrika pada masa Khalifah Umar bin Khattab, waktu Amru bin Ash memohon kepada Khalifah untuk memperluas penyebaran Islam ke Mesir lantaran dia melihat bahwa rakyat Mesir telah lama menderita akibat ditindas oleh penguasa Romawi dibawah Raja Muqauqis. Sehingga mereka sangat memerlukan uluran tangan untuk membebaskannya dari ketertindasan itu. Muqauqis sesungguhnya tertarik hendak masuk Islam setelah menerima surat dari Rasulullah SAW. Namun, karena lebih mencintai tahtanya maka sebagai tanda simpatinya beliau kirimkan hadiah kepada Rasulullah SAW.[2]
Berkat siasat yang baik serta dukungan masyarakat yang dibebaskannya maka ia berhasil memenangkan berbagai peperangan. Mula-mula memasuki kota Al-Arisy dan dikota ini tidak ada perlawanan, baru setelah memasuki Al-Farma yang merupakan pintu gerbang memasuki Mesir mendapat perlawanan, oleh Amru bin Ash kota itu dikepung selama 1 bulan. Setelah Al-Farma jatuh, menyusul pula kota Bilbis, Tendonius, Ainu Syam hingga benteng Babil (istana lilin) yang merupakan pusat pemerintahan Muqauqis[3][2]. Pada saat hendak menyerbu Babil yang dipertahankan mati-matian oleh pasukan Muqauqis itu, datang bala bantuan 4.000 orang pasukan lagi dipimpin empat panglima kenamaan, yaitu Zubair bin Awwam, Mekdad bin Aswad, Ubadah bin Samit dan Mukhollad sehingga menambah kekuatan pasukan muslim yang merasa cukup kesulitan untuk menyerbu karena benteng itu dikelilingi sungai. Akhirnya, pada tahun 22 H (642 M) pasukan Muqauqis bersedia mengadakan perdamaian dengan Amru bi Ash yang menandai berakhirnya kekuasaan Romawi di Mesir.
Perkembangan Islam di Afrika
Pemabahasan mengenai masuk dan berkembangnya Islam di Afrika mencakup beberapa wilayah negara yaitu Mesir, Libia, Tunisia, Aljazair, Maroko, Mauritania, Nigeria, Mali, Pantai Gading, Sudan, Ethiopia, Kenya, Zambia dan lain-laannya. Namun yang akan dibahas kali ini hanya sebagiannya saja.
  a.     Mesir
Mesir adalah kawasan Afrika pertama yang menerima masuknya Islam di benua ini, penduduknya lebih kurang 42 juta jiwa, dimana sekitar tigs jutanya beragama Kristen selebihnya beragama Islam. Bahkan, di kota Iskandariyah hingga kini masih terjaga segala macam kebesaran umat Nasrani Orthodox tanpa diganggu keberadaannya oleh umat Islam. Di Mesir terdapat delapan universitas diantara yang termashyur ke seluruh dunia ialah Al-Azhar di Kairo yang didirikan oleh Bani Fathimiyah pada tahun 972 M. Disana banyak mahasiswa-mahasiswa yang belajar dari seluruh dunia termasuk dari Indonesia yang kebanyakan mendapat beasiswa untuk belajar ilmu agama maupun pendidikan umum seperti kedokteran, tekhnik dan lain-lainnya.
Sementara itu, perluasan pengaruh Islam di kawasan Tunisia telah terjadi sejak pemerintahan Khalifah Usman bin Affan tahun 23-35 H (644-656 M) oleh Panglima Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarah dengan menghancurkan tentara Romawi yang telah jatuh reputasinya. Sehingga pasukan Abdullah bin sa’ad dengan mudah menguasainya. Sedang masuknya Islam ke Maghribil Aqsha atau Afrika Utara sesudah berdirnya daulah Bani Umayah dibawah pimpinan Khalifah Walid bin Abdul Malik, yang memberikan tugas tersebut kepada Panglima Musa bin Nushair yang akhirnya ditunjuk sebagai gubernur wilayah itu.[4][3]
  b.     Maroko
            Maroko adalah sebuah negara yang merdeka yang mempunyai kemampuan bertahan sebagai sebuah rezim otoritasnya didasarkan kombinasi antara symbol khilafah dan sufi, meskipu Negara ini sangat kesulitan dalam mempertokoh otoritasnya di wilyah pedesaan atau pedalaman. Adapun kelas politik menengah, Maroko seperti kebanggaan  tuan tanah bangsawan, yang mana pada masyarakat timur tengah lainnyamereka menghendaki kekuasan yang memeusat. Adapun posisi bangsa Maroko pertama berlangsung dalam bentik pemberontakan Abdullah Karim di wilayah penduduk Spanyo.
Abdullah Karim adalah seorang intelektual, smua memiii karir sebagai Qodi, guru besar dan sebagai editor surat kabar telegram, ia mengetahui benar kultur bangsa Spanyol dan memiliki banyak koneksi  dengan pihak Eropa.
  c.      Nigeria
Nigeria terletak di sebelah barat Afrika termasuk negara yang kaya minyak yang diekspor ke Amerika Serikat terbesar kedua setelah Saudi Arabia. Penduduknya terdiri atas macam-macam suku bangsa berjumlah ± 90 juta dan 75 % beragama Islam selebihnya Kristen maupun Animisme. Negeri-negeri yang menikmati pengaruh Islam di kawasan Afrika dan hingga kini penduduknya mayoritas beragama Islam antara lain Maroko, Sudan, Al-Jazair, dan Ethiopia.
  d.     Libya
Negeri Mouamar Ghadafi ini merupakan kawasan terpanas di Timur Tengah, dengan luas 1.795.540 km berpenduduk ± 3 juta jiwa terdiri dari bangsa Arab, Barbar serta Palestina hampir seluruhnya beragama Islam. Rakyat hidup dari sektor pertanian, dan setelah ditemukan sumur-sumur minyak berkualitas tinggi sebagian penduduknya menjadi tenaga kerja dalam industri ini[5][4], selebihnya mengandalkan tenaga-tenaga asing.
Yang menarik, geliat dan semarak dakwah di Libya, menular ke sejumlah negaraberpendudkan asli Afrika lainnya. Menurut Mahmud, Pimpinan Jam’iyah al Dakwah  al Islamiyah al Alamiyah Libya, di Afrika, ribuan penduduk memelu Islam setiap harinya melalui usaha dan bimbingan Moammar Khadafi. Tahun lalu sembilan juta penduduk di beberapa negara di Afrika memeluk islam. Tahun lalu setelah berziarah  Mogadishu, sebanyak 43.000 penduduk masuk Islam dari satu Negara.   
  e.      e.Al-Jazair
            Pada abad 16, Abdul Qadir yang ayahya pemimpin thariqat berusaha mendirikan sebuah Negara muslim, pada tahun 1832 ia memproklamirkan sebagai amir al mukmin dan sebagai sultan bangsa arab mengklaim dirinya bertanggung jawab dalam menerapkan hukum Islam di wilayah kekuasaannya. Abdul qadir mengembangkan sebuah administrasi hirarkis bagi negaranya dan ia mengangkat sejumlah khalifah, pejabat militer financial dan pejabat peradaban.

  f.       Tunisia
            Pada abad ke 8 pembentukan organisasi muslim di negara Tunisia mempunyai problem yang sama seperti yang di alami oleh imerpremium Usmani dan Mesir, menghadapi ekonomi eropa yang sedang sedang berkembang psat dan kemunduran kemunduran internal dari Negara Tunisia.
            Program program reformasi keseluruhan di dasarkan pada prinsip bahwasanya pemerintah yang baik merupakan landasan bagi vitalitas social dan ekonomi dan secara politk upaya reformasi ini  bergantung kepada dukungan pihak ulama yang mana khyar al din berusaha mempengaruhi mereka agar menerima tehnik tehnik pemerintah. Eropa walaupun secara politk relatif tenang, para pejabat dan para ulama Tunisia bangkit untuk menentang pemerintah prancis, dan munculah generasi generasi baru dari para pemuka nasional dari kalangan birokratik yang terdidik secara moderen, sbagaimana yangterjadi di dalam masyarakat Utsmani.[6][5]
Kelebihan dan Tantngan Dakwah di Afrika
1.       Kelibihan Dakwah di Afrika
   a)      Politik
            Bidang politik tersebut, di Afrika banyk juga tokoh muslim yang menduduki jabatan tetinggi di negaranya. Sebut saja seperti Muammar Khadafi, yakni beliau sebagai pemimpin muslim konteporer Libya banyak berubah setelah Muammar Khadafi menguasai politik libya. Dimana sistem monarik di gati menjadi anakronisme politik. Revolusi Khadfi dianggap sebagai salah satu conyoh paling awal dalam pembaharuan politik Islam, sejak Libya merdeka pada tahun 1960 selain dari Khadafi juga ada. Pemimpin negara Ghabon serta negara lainnya di Afrika , sehingga hal tersebut smakin memudahkan penyebaran ajaran Islam di benua Afrika.[7][6]
            Keputusan paling awal rezim ini menyangkut masalah  referensi nasionalis dan isam, serta aturan aturan subtansi. Diantaranya diberlakukan kembali hukum pidana atas Al qur’an serta pelanggaran alkohol dan klub malam mengindikasikan pengakuan terbuka terhadap islam sebagai kekuatan pembimbing dalam kekuatan politik negara.
   b)      Ekonomi
            Afrika selatan adalah sebuah negara maju dengan [enduduk yang berpendapatan sederhana. Negara ini kaya dengan bahan bahan tambang, terutama yang bernilai tinggi sperti, emas, platinum dan berlian. Ia juga mempunyai sistem keuangan, perundangan, telkomunisasi, energi infrastruktur yang maju dan moderen. Dengan kekayaan yang di miliki Afrika tersebut, semakin membuat hubungan antara Afrika dengan negara negara islam di luar benua Afrika lebih dekat untuk mejalankan dakwah di Afrika tersebut.

2.       Tantangan  Dakwah di Afrika
            Berbagai negara di Afrika pun menyampaikan kndisi dan tantanga dakwah yang mereka hadapi di benua itu. Negara negara di Afrika umumnya menghadpi tantangan dalam pengembangan pendidikan Islam dan membutuhkan bantuan kemanusiaan. Para misionaris islam ketika memasuki  benua Afrika menemukan fakta yang menejutkan yaitu sedemikian luasnya Islam di benua ini. Penyebaran Islam di Afrika tidak dilakukan secara sistematis oleh kaum muslimin dan para muballiqh Islam. Politik kolonialisme dan penjajahan terhadap berbagai wilayah Afrika oleh Belgia, Portugis, Prancis, dan Inggris dalam waktu yang sangat lama memberikan kesempatan yang luas bagi para misionaris untuk menyebarkan ajaran Kristen di benua ini.[8][7]
Gerakan Islam di Afrika
            Seperti halnya di Negara Indonesia, Muslim yang ada di Benu Afrika juga ada beberapa gerakan atau harakah Islam yang berkembang
1.Jamaah Ikhwanul Muslimin
            Jamaah Ikhwanul muslimin berdiri di kota Islamiyah, Mesir pada Maret 1928 dengan pendiri Hasan Al banna bersama keenam tokoh lainya, yaitu Hafiz Abdul Hamid, Ahmad al-Khusairi, Fuad Ibrahim, Abdurahman Hasbullah, Ismail Izz, dan Zaki al-Magribi. Ikhwanul Muslimin pada saat itu di pimpin oleh Hasan al Banna. Pada tahun 1930, Anggaran Dasar Ikhwanul Muslimiin di buat dan disahkan pada rapat Umum Ikhwanul Muslimin pada 24 September 1930. Pada 1932, struktur administrasi Ikhwanul Muslimin disusun pada tahun itu pula,IkhwanulMuslimin membuka cabang di Suez, Abu Showier, dan Al Mahmoudiyah. Pada tahun 1933, Ikhwanul Muslimin menerbitkan majalah mingguan yang di pimpin oleh Muhibuddin Khatib.[9]
2.Gerakan Jihad
            Dirikan oleh Hasan Al Banna dari Mesir, di benua tersebut juga ada Gerakan Jihad abad 18 dipimpin oleh para Ulama, Guru, Muballiq keliling, dan Pengikut mereka. Mereka mendapat ispirasi dari pembaharu dari Ulama militant seperti Al-Maghili. Selain dari dua gerakan yang ada seperti di atas tadi,juga masih ada beberapa gerakan Islam yang telah berkembang di benua Afrika, seperti kelompok Sufi, Jamaah Tabliq, dan Penganut mazhab Imam Maliki serta gerakan Islam lainnya yang semua menginginkan agar Islam dapat berkembang dan terus tumbuh di Benua Afrika. 

Tokoh Tokoh Islam di Afrika
            Keberadaan Islam di benua Afrika telahmembuat penduduk Afrika semakin meningkat keinginan umat muslim yang ada disana untuk mendalami ajaran Islam. Selain itu juga muncul tokoh tokoh Islam yang menjadi pembaharu di benua Afrika. Diantara tokoh tokoh muslim yang ada tersebut diantaranya adalah sebagai berikut ini:
  1.     Al-Qalbisi
            Al-Qabisi nama aslinya adalah Abu al-Hasan Ali bin Muhammad Khalaf al Ma’rif al-qobisi, beliau lahir di daerah kairawan,Tunisia pada bulan rajab tahun 224 H/tanggal 13 Mei 936 M. Ia pernah merantau ke timur tengah selama 5 tahun, kemudian ia kembali ke negri asalnya dan meninggal dan dunia pada tanggal 3 Rabiul Awal 403 H/Tangga 23 oktober 1012 M.[10][9]
  2.     Muhammad Abduh
            Muhammad Abduh lahir di sebuah dusun di Delta sungai Nil pada tahun 1849, dan beliau meninggal pada 11 juli 1905. Keluarganya terkenal berpegang teguh pada ilmu dan agama. Sejak muda beliau sudah di kenal hafal Al qur’an, Muhammad Abduh adalah sajana pendidik dan mufti, theology, alim dan juga pembaharuan. Selain dari kedua tokoh diatas tersebut nasih banyak ulama serta pembaharu yang ada di Afrika. Seperti Sayyid Sabiq, yang mana beliau adalah ahli tafsir, Muhammad Rasyid Ridho, Hasan Al Banna , serta ulama terkenal sperti Ibnu Khaldun, yang terkenal sebagai ilmuan dalam bidang ekonomi, beliau berasal dari Tunisia, Afrika.

KESIMPULAN
Agama Islam masuk ke daratan Afrika pada masa Khalifah Umar bin Khattab, waktu Amru bin Ash memohon kepada Khalifah untuk memperluas penyebaran Islam ke Mesir lantaran dia melihat bahwa rakyat Mesir telah lama menderita akibat ditindas oleh penguasa Romawi dibawah Raja Muqauqis. Sehingga mereka sangat memerlukan uluran tangan untuk membebaskannya dari ketertindasan itu. Muqauqis sesungguhnya tertarik hendak masuk Islam setelah menerima surat dari Rasulullah SAW. Selain alasan diatas Amru bin Ash memandang bahwa Mesir dilihat dari kacamata militer maupun perdagangan letaknya sangat strategis, tanahnya subur karena terdapat sungai Nil sebagai sumber makanan. Maka dengan restu Khalifah Umar bin Khattab dia membebaskan Mesir dari kekuasaan Romawi pada tahun 19 H (640 M) hingga sekarang.



DAFTAR RUJUKAN
M Abdul karim, 2009. sejarah pemikiran dan Peradaban Islam.Yogyakarta: Pustaka.
Yatim Badri, 1993. Sejarah peradaban Islam. Jakarta : Rajawali Press.
Wahyu Ilaihi dan Harjani. 2007. Pengatur Sejarah Dakwah.. Jakarta,: Kencana Perdana Media grou


[1] Feri Candra setiawan, M.Pd. Dosen IKIP Budi Utomo Malang. Sejarah Afrika.
[2] M Abdul karim, sejarah pemikiran dan Peradaban Islam.(Yogyakarta, Pustaka, 2009)
[3][2] ibid
[4][3] Yatim Badri, Sejarah peradaban Islam. (Jakarta, Rajawali Press, 1993)
[5][4] Awaluddin Pimay dan Wafiyah, Sejarah dakwah, (Semarang, RASAIL, 2005)
[6][5] Ibid:202
[7][6] Wahyu Ilaihi dan Harjani. Pengatur Sejarah Dakwah. (Jakarta, Kencana Perdana Media group, 2007)
[8][7] Samsul Munir Amin, Sejarah peradaban Islam, (Jakarta, Amzah, 2009)
[9]M Ira Lapidas, Sejarah Sosial Umat Islam.(Jakarta, PT.Raja Grafido Persada, 1999)
[10] Suwito dan Fauzan, Sejarah Sosial Pendidikan Islam. (Jakarta, Kencana Perdana Media Group 2008)

SOAL :
1. Kemukan bagaimana proses masuknya Islam di Afrika ?
2. Analisislah bagaimana perkembangan agama Islam di Afrikadan dampak bagi masyarakat islam di Afrika?



Jawab :
Nama, NIM, Kelas.....................................

Kindly Bookmark this Post using your favorite Bookmarking service:
Technorati Digg This Stumble Stumble Facebook Twitter
Your adsense code goes here

7 komentar:

Unknown on November 7, 2017 at 5:15 AM said...

Nama: Hamdan Mahmud
Kelas: 2016/A
Mpm: 2161000430066

Jawaban:

Agama islam masuk di Afrika melalui tapi laut Afrika sampai laut pasifik selatan dari padang rumput diberikan ke pelosok Asia tenggara bangsa Berber Afrika barat.
Agama islam masuk ke daratan Afrika pada masa khalifah Umar bin khattab, waktu Mari bin Ash memohon kepada khalifah untuk memperluas penyebaran islam ke mesir lantaran dia melihat bahwa mesir telah lama menderita akibat di tindas oleh penguasa romawi di bawa pimpinan raja muqaukis.
2. Perkembangan islam di Afrika sangat pesat di wilayah mesir,maroko,nigeria,libya,e al aljazair dan tunisia.
Dilihat dari analisis di atas bahwa rakyat yAng masuk islam lebih dominan dari pada rakyat uang tidak masuk islam.
Dampak bagi masyarakat adalah:
Rakyat menerima baik atas kedatangan agama islam di Afrika karena islam dapat mempersatukan rakyat Afrika dan kehidupan rakyat afrika lebih terjamin dalam bidang ekonomi dan politik.

Unknown on November 7, 2017 at 10:12 AM said...

nama Yasintha Triyanti Nahak
kelas 2016A
npm 2161000430032

jawaban:

1. expansi atau penakhlukan seperti penyerbuan dinasti Al- murabitin ke Afrika Barat tuhun 1052- 1076
2. Migrasi dan pemukiman muslim di wilayah non muslim, seperti orang Yaman dan Oman menetap di daerah peradapan Swahili, Afrika Timur, yang sekarang merupakan wilayah Kenya dan Tanzania, dan juga budak-budak melayu yang didatangkan ke Afrika Selatan.
3. Perdagangan, melalui perdagangan lintas sahara. Perdagangan tersebut terjadi di Negara Negara Guinea, Mali, Sinegal, Niger, Uganda, Zaire, Malaw, dan Mozambik.
4. Dakwah, misi ini diemban oleh Mubalig, Guru dan Imam pengembara. Buku dan brosur yang menerangkan agama Islam dicetak dalam bahasa Afrika dan ditujukan kepada golongan non muslim.
5. Gerakan pembersihan moral, gerakan ini yang paling terkenal adalah gerakan yang dipimpin Utsman dan Fodio di Nigeria.
Menurut data tahun2001 jumlah penduduk Afrika kurang lebih 750 juta dan 50% nya beragama Islam. Negara-negara yang terdapat di benua Afrika meliputi antaralain: Mesir, Libya, Chad, Somalia, Kenya, Tanzania, Zaire, Angola, Zambia, Uni Afrika Selatan dan ada beberapa lagi yang lain.

2. mengenai perkembangan agama Islam di afrika sangat pesat dibeberapa negara antara lain; Mesir,Libya, Tunisia,alzaria,Maroko, Mauritania,Nigeria, Mali,Pantai Gading, Sudan,Ethiopia,Kenya,Sambia dan lain- lainnya.
dampaknya, masyarakat afrika memperluas penyebaran islam ke Mesir lantaran melihat bahwa masyarakat mesir telah di tindas oleh penguasa romawi dibawa raja Muqauqis.sehingga mereka sangat memerlukan ulur tangan untuk membekaskan mereka dari ketertindaasan itu.

Unknown on November 7, 2017 at 10:21 AM said...

menurut saya belajar melalu bloger sangat bagus dari yang tdk atau menjadi tau

Trisna Endah on November 7, 2017 at 9:20 PM said...

Nama : Wihelmina Miding, Npm : 2161000430070, Kelas : 2016 A
1.Proses masuknya islam di Afrika. Islam masuk di Afrika pada masa Khalifah Umar – bin khattab pada waktu itu dia ingin memperluas penyebaran islam di Mesir karena dia melihat bahwa masyarakat Mesir yang menderita akibat ditindas oleh penguasa romawi atas nama Maquaqis. Oleh karena itu masyarakat sangat membutuhkan uluran tangan untuk membebaskan dari ketertindasan tersebut.
2. Perkembangan islam di Afrika. Perkembangan islam di Afrika dapat di lihat dari beberapa wilayah yaitu Mesir, Maroko, Nigeria, Al-jazair dan Turnisia dengan memperlihatkan masing masing karakter dari masyarakat yang berasal dari wilayah tersebut. Setiap wilayah tersebut memiliki cara atau usaha yang berbeda beda untuk bisa mempengaruhi masyarakat yang mendiami wilayah tersebut, sehingga dengan mudah mereka dapat mempengaruhi masyarakat untuk menganut atau dengan mendirikan negara musliman.
Dampak bagi masyarakat Afrika. Dengan adanya perkembangan islam di Afrika semua masyarakat di Afrika bisa mengenal yang namanya pendidikan, baik pendidikan agama maupun pendidikan umum lainnya. Selain itu juga kehidupan masyarakat bisa tentram, sehingga mereka bisa kembali melanjutkan pekerjaan mereka masing masing

Unknown on November 8, 2017 at 8:20 AM said...

Nama:Oktobianus Liat Nuho
Npm :2161000430096
Kelas:2016/A

1.Proses perkembangan Islam di Afrika
Seseorang yang bernama Amru Bin Ash dia melihat bahwa adanya penindasan yang di alami oleh rakya Mesir,sehingga mereka membutuhkan bantuan dari luar.Maka tergeraklah hatinya untuk membebaskan rakyat Mesir.Dibalik keinginannya untuk membebaskan Mesir,dia juga ingin menyebarkan agama Islam di Afrika.Perjalanan Amru Bin Ash tidak serta merta berjalan dengan mulus,tetapi dia harus melewati berbagai rintangan,seperti peperangan.Dengan adanya bantuan dari pasukannya dan juga dukungan dari masyarakat Mesir,dia akhirnya berhasil dalam perang dan memberi jaminan kebebasan dalam beragama.Sehingga sebagian yang menganut agama kristen,yang merasa dirinya tertindas bisa beralih keagama Muslim.
2.Perkembangan Islam di Afrika
Perkembangan Islam di Afrika,berkembang di berbagai negara yang ada di Afrika.Tersebarnya Islam dengan tujuan mengembangkan perdamaian,keadilan,dan kesejahteraan.Dengan demikan Islam dapat berbaur dengan masyarakat setempat.Ajaran Islam yang berkembang luas di wilaya timur tengah dan Afrika utara mengharapkan adanya praktik judi,alkohol,dan bentuk-bentuk kejahatan lainnya.Islam juga menyelenggarakan kegiatan seminar tentang pemikiran Islam.Di Tunisa di buka lembaga pendidikan,kemudian kader-kader Islam di didik menjadi ulama besar.Mereka juga aktif dalam organisasi konferensi Islam(OKI).Islam diterapkan dalam segala faktor kehidupan baik,sosial,politik,budaya maupun ekonomi.Seperti halnya pemerintah Mauritania sebagai negara Islam mereka tidak mau tercemar oleh kegiatan-kegiatan asing yang mungkin merusak generasi-generasi mudah.
Dampak kehidupan masyarakat Islam di Afrika sangat berpengaruh bagi kehidupan.Terutama bagaimana cara Islam dapat memupuk rasa keadilan maupun menciptakan kesejahteraan dalam kehidupan masyaraka,hal iniakan menimbulkan dampak positif.Sehingga munculah sikap lebih menghargai dan menjunjung tinggi ajaran agama yang ada.

Unknown on November 8, 2017 at 8:45 AM said...

Nama:Oktobianus Liat Nuho
Npm :2161000430096
Kelas:2016/A

1.Proses perkembangan Islam di Afrika
Seseorang yang bernama Amru Bin Ash dia melihat bahwa adanya penindasan yang di alami oleh rakya Mesir,sehingga mereka membutuhkan bantuan dari luar.Maka tergeraklah hatinya untuk membebaskan rakyat Mesir.Dibalik keinginannya untuk membebaskan Mesir,dia juga ingin menyebarkan agama Islam di Afrika.Perjalanan Amru Bin Ash tidak serta merta berjalan dengan mulus,tetapi dia harus melewati berbagai rintangan,seperti peperangan.Dengan adanya bantuan dari pasukannya dan juga dukungan dari masyarakat Mesir,dia akhirnya berhasil dalam perang dan memberi jaminan kebebasan dalam beragama.Sehingga sebagian yang menganut agama kristen,yang merasa dirinya tertindas bisa beralih keagama Muslim.
2.Perkembangan Islam di Afrika
Perkembangan Islam di Afrika,berkembang di berbagai negara yang ada di Afrika.Tersebarnya Islam dengan tujuan mengembangkan perdamaian,keadilan,dan kesejahteraan.Dengan demikan Islam dapat berbaur dengan masyarakat setempat.Ajaran Islam yang berkembang luas di wilaya timur tengah dan Afrika utara mengharapkan adanya praktik judi,alkohol,dan bentuk-bentuk kejahatan lainnya.Islam juga menyelenggarakan kegiatan seminar tentang pemikiran Islam.Di Tunisa di buka lembaga pendidikan,kemudian kader-kader Islam di didik menjadi ulama besar.Mereka juga aktif dalam organisasi konferensi Islam(OKI).Islam diterapkan dalam segala faktor kehidupan baik,sosial,politik,budaya maupun ekonomi.Seperti halnya pemerintah Mauritania sebagai negara Islam mereka tidak mau tercemar oleh kegiatan-kegiatan asing yang mungkin merusak generasi-generasi mudah.
Dampak kehidupan masyarakat Islam di Afrika sangat berpengaruh bagi kehidupan.Terutama bagaimana cara Islam dapat memupuk rasa keadilan maupun menciptakan kesejahteraan dalam kehidupan masyaraka,hal iniakan menimbulkan dampak positif.Sehingga munculah sikap lebih menghargai dan menjunjung tinggi ajaran agama yang ada.

Unknown on November 8, 2017 at 9:40 AM said...

Nama:Viktorianus Durman Kelas:2016.A Npm:2161000430043


1.Proses masuknya islam diafrika Agama islam masuk kedaratan afrika pada masa khalifah umar binti khatab waktu amru bin ash memdron kepada untuk meperluas penyebaran islam kemesir bahwa rakyat mesir telah karna menderita akibat ditindas oleh penguasa romawi dibawah raja muqauqis sehingga mereka sangat memerlukan tangan untuk membebaskannya dari ketertindasan itu muqauqis sesungguhnya tertarik hendaknya masuknya islam setelah menerima surat dari rasululahi.

2.Analisis perkembangan Agama islam diAfrika dan beberapa wilayah negara yaitu: Aljazair,Maroko,Mesir,Libya,Senegal,Ethiopia,Mauritania,Nigeria,Mali,Pantai Gading,kenya,dan zambia dan lain-lain. Dampaknya bagi masyarakat Islam diAfrika,suatu proses dalam kehidupan masyarakat islam diafrika sehingga dapat menguasai kekuasaan romawi oleh karna itu sehingg bagi kehidupan masyarakat diafrika.

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 

| SOCIAL STUDIES-Qu News © 2013. All Rights Reserved |Template Style by Social Studies-Qu News | Design by Fer Bas | Back To Top |