Wednesday, November 14, 2012

Jalannya Perang Vietnam




Krisis yang semakin berkembang di kawasan Indocina paska perjanjian Geneva di tanda tangani. Amerika Serikat yang saat itu di bawah pimpinan Eisenhover segera memperkuat Vietnam Selatan dari gempuran pasukan Vietnam Utara atau vietkong[1] dengan harapan dapat membendung kekuatan komunis serta AS juga membentuk Pakta pertahanan Asia tenggara yang dikenal dengan nama SEATO yang beranggotakan AS, Perancis, Selandia baru, Australia, Thailand, Pakistan dan Fillipina.

Usaha usaha yang dilakukan AS ini didasarkan atas ketakutannya, dimana jika Vietnam selatan berhasil dikuasai oleh Vietnam utara maka Negara Negara yang ada di sekitarnya juga akan menjadi Negara komunis.hal seperti ini dinamakan “Teori Domino”, yakni seperti deretan kartu domino yang diberdirikan akan jatuh berurutan manakala  salah satu dari kartu tersebut  menjatuhi yang lain. Dimana ungkapan ini pertama kali disampaikan oleh presiden  Eseinhover, yang kemudian menjadi alasan kuat AS terjun dalam perang Vietnam.[2]
N. D. Diem[3] yang menjadi bawahan AS akhirnya memenangkan pemilihan dengan memperoleh suara 99 persen dari lawan politiknya yaitu kaisar Bao Dai.[4] Pemimpin ini memiliki beberapa kelemahan seperti, sifat ingin menang sendiri  , dan juga keterbatasan dalam dunia politik sehingga sulit bernegoisasi dengan oposisinya, hal ini membuat  kondisi pemerintahan di Vietnam selatan semakin meruncing.
Disisi lain Ho Chi Minh yang memegang kekuasaan di Vietnam utara ingin mempersatukan kembali Vietnam uatara dan selatan menjadi satu kesatuan seperti dulu kala, berdasarkan perjanjian Geneva 1956 akan dilakukan pemilu untuk mempersatukan lagi Vietnam, hal  tersebut medorong Ho Chi Minh untuk melakukan perundingan politik dengan Ngo Dinh Diem namun perundingan yang mereka lakukan tidak menemuai jalan keluar diakibat penolakan oleh pihak Diem, penolakan tersebut mengakibatkan terjadinya pemberontakan di kalangan orang orang Vietnam selatan yang ingin reunifikasi segara dilakukan. Pemberontakan yang terjadi diselatan dimangfaatkan oleh ho Chi Minh untuk menggalang kekuatannya. Hanoi yang saat itu menjadi kubu anti Diem mulai membangun jalan guna memperlancar distribusi peralatan perang dari Vietnam utara.[5]
Sedangkan di Amerika serikat sedang terjadi pergantian presiden Eisenhover oleh J F Kenedy, sebelum serah terima jabatan Eisenhover mengingatkan kenedy  tentang pentingnya Indocina. Karena jika kawasan Indocina sampai jatuh kekomunis maka seluruh kawasan asia tenggara juga akan jatuh ketangan komunis pula, sehingga tidaklah mengherankan jika pemerintahan Kenedy langsung memusatkan perhatiannya ke Vietnam, para penasehat Kenedy menyarankan agar Amerika serikat segera melakukan Intervensi militer guna melindung Vietnam selatan dari gempuran Vietnam Utara, namun para sekutu Amerika, terutama Perancis mengingatkan agar amrika tidak terlalu jauh terlibat di Vietnam. Dalam parlemen JFK mengalami masalah tersendiri para penasehatnya menyarankan agar AS memberikan bantuan ke Vietnam selatan disisi lain lawan politiknya yaitu partai Republik, akan mengecapnya sebagai orang yang paling bertanggung jawab jika kawasan asia tenggara sampai lepas dari genggaman AS. Tuduhan semacam itu juga pernah di lontarkan kepada presiden Trauman ketika china berhasil dikuasai oleh Mao Zedong. Serta JFK juga takut jika kalah lagi karena sebelumnya dia pernah kalah ketika mengitervensi kuba dalam peristiwa  “bay of pigs”. Untuk menhindari umpatan dari lawan politiknya dia menahan inervensi ke Vietnam selatan, namun JFK tetap mengirim penasehat penasehatnya ke Vietnam selatan , namun karena komitmennya untuk mempertahankan Vietnam selatan, tidak jarang para penasehat ini menjadi pemipin pasukan Vietnam selatan dalam memerangi pasukan Vietkong.[6]
Tahun 1961, Presiden, Kennedy mengirimkan 400 orang Special Forces (Green Berets), ini merupakan pegiriman militer terbesar pertama. Seiring dengan memanasnya ke kacauan di perbatasan. Akhir 1961, secara resmi Vietnam Selatan meminta bantuan militer Amerika Serikat, karena semakin banyaknya tentara Vietnam Utara yang menerobos ke perbatasan, dan membuat kantong-kantong pasukan di Vietnam Selatan. Taktik kantong gerilya yang dipakai Vietnam Utara mengadopsi taktik Perang Gerilya Semesta Jenderal Soedirman.[7] Hingga menjelang 1983 infanteri  militer Amerika Serikat telah mencapai 16000 orang. Atas dasar laporan dari penasehat militernya yang berupa usulan pengiriman peralatan perang dan personel militer sebanyak 8000 orang, namun hal tersebut ditolak karena jumlahnya terlalu kecil oleh menteri pertahan AS, sehingga jumlah infanteri yang kirim mencapai 200.000 orang.[8]
Tugas yang begitu berat bagi Kenedy tidak dapat di selesaikan kerana JFK terbunuh  di Dallas. Penggantinya adalah Lyndon Johnson, sikapnya terhadap masalah di vietnam sangat berbeda dengan pendahulunya, dia bersikap lebih pro-aktif bahkan dia  mengucapkan “menangkan perang ini”. kepada para  pembantunya. Meteri petahanan AS Mc Namara dikirim untuk menggantikan pemimpin pasukan di Vietsel yang dianggap kurang cekatan, serta tugasnya adalah mempelajari masalah yang terjadi Vietnam selatan karena selalu kalah melawan Vietkong. Sebuah  komisi antar independent  kemudian merekomendasikan tentang rencana yang berkode Oplan 34-A dimana perlu ditingkatkannya tekanan secara progresif serta memberikan pelajaran pada Vietnam utara agar menghentikan agresinya.[9]
John F. Kennedy sempat menyatakan, bahwa mulai 1964 AS akan mengurangi jumlah pasukannya di Vietnam. Operasi militer akan dibatasi dan AS akan' kembali ke kesepakatan awal, yakni hanya untuk melatih dan mempersiakan tentara Vietnam Selatan agar mampu menghadapi serangan komunis dari Utara. Tetapi tekanan yang dilancarkan pembantu dekat, dan lawan politik Kenedy rupanya teramat kuat hingga janji tersebut tak pernah terpenuhi. Masa kenedy yang penuh dengan keragu raguan sangat berbeda dengan Lyndon B. Johnson. Oleh karena tak sepenuhya paham tentang masalah di Asia Tenggara, ia cenderung menuruti nasehat Menhan,  Robert S. Mc Namara yang sedari awal memang menganggap penting tindakan militer terhadap Vietnam Utara. Kebetulan pada masa itu yang. ditunjuk sebagai penguasa militer AS di Vietnam adalah jenderal William  mantan pentolan Divisi Infantri ke-9  semasa Perang Dunia II yang paling suka menyarankan tambah pasukan. Sedangkan beberapa tokoh dalam konges AS menganggap Vietnam Selatan memerlukan bantuan AS, karena telah diserang Vietnam utara yang nantinya akan mempengaruhi Negara Negara lainnya.[10]
Banyak pihak mengatakan, ketiga orang inilah yang menjerumuskan AS ke dalam "kubangan" Perang Vietnam. Titik pijak utama yang dipilih Washington dalam menyatakan perang terhadap Vietnam utara adalah serangan dari kapal kapal patroli Vietnam uatara terhadap kapal AS yang terjadi pada 2 dan 4 Agustus 1964 di wilayah perairan Teluk Tonkin. Tak sedikit pengamat yang mengatakan, bahwa kedua insiden sepertinya merupakan rekayasa Washington agar bisa segera melaksanakan serangan militer dengan dukungan penuh dari Kongres dan rakyatnya. Pada kenyataannya, LBJ memang segera mendapat restu dari Kongres ini pada 7 Agustus.[11]
Mengenai siapa pemicu utama dalam kasus penembakan yang kemudian populer dengan sebutan Insiden di Teluk Tonkin tersebut, khususnya yang terjadi pada 4 Agustus, hingga sekarang masih diliputi kontroversi. Washington bersikukuh menyatakan, pihak Vietnam Utaralah pencetusnya. Sementara Hanoi bersikeras, AS yang menjadi biang keladi dari insiden teluk Tonkin tersebut setelah insiden tersebut tepatnya tanggal 17 agustus pesawat pembom amerika menghujankan pelurunya ke kapal patroli Vietnam utara di Quang Khe, 60 mil sebelah utara garis perbatasan Utara-Selatan.  Jet-jet tempur yang Dikerahkan adalah F·8E Crusader, A-4C Skyhawk, dan A-I Skyrider. Secara mcmbabi-buta mereka menembaki kapal-kapal itu dengan raket Zuni dan peluru 20 mm. Dari atas mereka dilindungi jet-jet tempur F-4B Phantom yang di terbangkan dari USS Constellation. Dalam serangan frontal pertama ini tercatat delapan kapal P-4 Vietnam Utara hancur dan 21 lainnya mengalami kerusakan. [12]
Tak ingin dipecundangi lebih jauh, pihak Vietnam Utara pun melakukan se­rangan pertahanan sejadi-jadinya. Mereka menembaki pesawat-pesawat itu dengan Stockdale, perwira penerbang tempur (dari skadron Screaming Eagle, dengan basis kapal induk USS. Ticonderoga) yang di­tugaskan pertama kali untuk meninjau lokasi penembakan dengan F-SE Crusader, sempat melapor bahwa dirinya tak mene­mukan sama sekali jejak kapal-kapal patroli torpedo Vietnam Utara. Di lain pihak, tak kurang dari Jenderal Vo Nguyen Giap pada 1995 juga pernah menyatakan, bahwa pihaknya membenar­kan bahwa kapal-kapal patroli Vietnam Utara telah menembaki kapal perang AS dalam insiden pada 2 Agustus 1964. Namun serangan seperti ini tidak dilakukan pada 4 Agustus.[13]
Insiden ini memicu terjadinya pollemik di AS sendiri karena masih dianggap belum jelas, kongres sendiri harus mencari tahu sampai sampai kepada orang orang yang terlibat langsung dalam peristiwa tersebut. Setelah diperoleh informasi barulah kongres menyetujui usulan LBJ untuk menyatakan perang kepada Vietnam Utara.[14]
            Dalam hukum fisika kita akan menemukan jika ada aksi maka akan ada reaksi, hal itulah yang terjadi di Vietnam. Usaha amerika untuk menumpas para gerilyawan Vietkong berakibat pada semakin memperkuat perlawanan vietkong itu sendiri untuk mengusir para Penjajah dari negerinya.
            Memasuki tahun 1963 perjuangan mengusir tentara AS  sudah tidak bisa dianggap main-main. Karena setiap langkap mereka harus disertai kewaspadaan yang  sangat, agar tidak didahului oleh musuh. Para vietkong yang sudah amat sangat mengenal daerahnya dapat menghancurkan pasukan Amerika dalam sekejab. Bahkan seorang perwira AS yang berhasil melumpuhkan sebuah rombongan gerilyawan vietkong dibuat terkagum kagum oleh dokumen yang berisi  skema dan taktik penyerangan rombongan tersebut. Setelah berhasil mengungkap beberapa taktik yang dipakai vietkong pasukan udara  terutama yang bertugas mengangkut pasukan mulai dipersenjatai dengan senjata berat untuk menghalau serangan dari balik rimbunnya hutan.[15]
Selain itu untuk tugas-tugas mengorek informasi, Washington juga mulai me­nyusupkan agen-agen CIA (Dinas Intelijen AS) da;am operasi penerbangan perintis di pegunungan di Laos dan Vietnam Selatan. Sementara untuk antisipasi se­rangan, mereka juga semakin menggen­carkan penerbangan observasi dengan ketinggian rendah.[16] Hal tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan musuh. Ternyata apa yang dilakukan oleh para tentara AS tidak membuahkan hasil yang maksimal karena para gerilyawan vietkong selalu punya cara untuk menhindar dari serangan tentara AS, bahkan tanpa diduga mereka membuat terowongan terowongan untuk menyembunyikan persenjataan mereka selagi mereka terus masuk kewilayah Vietnam selatan melalui jalan setapak yang dikenal sebagai Ho Chi Minh Trail.[17]
Situasi makin tidak stabil saja. Pasukan gerilya di Selatan, yang dikenal dengan sebutan Vietkong, menantang pemerintahan Vietnam Selatan, kadang secara terselubung, kadang melalui Front Pembebasan Nasional, jaringan politik mereka. Dibantu Vietnam Utara, mereka berhasil mendapatkan dukungan, terutama di antara kalangan petani di pedesaan. Bertekad menahan laju komunis ke Viet­nam Selatan, Johnson menjadikan Perang Vietnam sebagai perangnya. Setelah angkatan laut Vietnam Utara me­nyerang dua kapal perusak Amerika Serikat.[18] Johnson pada tanggal 17 Agustus 1964 berhasil mendapatkan persetujuan Kongres mengenai Resolusi Teluk Tonkin, yang mengizinkan presiden untuk "mengambil tindakan apa pun yang harus dilakukan untuk membalas serangan bersenjata kepada pasukan Amerika Serikat dan mencegah agresi lebih lanjut." Setelah terpilih kembali pada bulan November 1964, ia mengeluarkan kebijakan peningkatan kekuatan. Dari 25.000 tentara di awal 1965, jumlah prajurit - baik sukarelawan maupun yang kena wajib militer - melesat menjadi 500.000 di tahun 1968.[19]
Puncak Perang Vietnam pada tahun 1968, yaitu saat AS mengirimkan hampir setengah juta tentaranya ke Vietnam. Pasukan Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Filipina dan Thailand semuanya berjumlah 90.000 orang. Dan saat itu tentara Vietnam Selatan berjumlah1,5 juta orang. Front Pembebasan Nasional di bawah kepemimpinan komunis, yang diberi nama Vietkong oleh AS, memiliki kekuatan 400.000  pasukan. Pada tanggal 1 Februari 1968, kekuatan Tentara Pembebasan Nasional memulai serangan Tet ke 105 kota-kota di Vietnam Selatan. Walaupun Vietkong berhasil dipukul mundur dan mengalami kekalahan (kecuali di Hué), serangan Tet ini merupakan saat yang menentukan dalam Perang Vietnam. Serangan Tet mengakibatkan perubahan sikap AS. Setelah serangan Tet, pemerintahan AS tidak tertarik lagi ingin memenangkan perang. Tapi mereka hanya tidak ingin kehilangan reputasinya sebagai kekuatan militer terhebat.
Melalui operasi militer AS, angkatan udara AS melakukan pengeboman ke wilayah Vietnam Utara ada 7 operasi yang diluncurkan oleh Amerika untuk meluluh-lantahkan kekuatan Vietkong yakni :
1.      Operation Rolling Tunder (2 maret 1965-31 oktober 1968) : operasi rooling thunder digelar oleh amerika  sebagai balasan atas penyerangan barak tentara angkatan darat AS di Pleiku. Februari 1965 dalam operasi ini AS juga menggelar operasi pengamanan terhadap panggkalan udara dimana nantinya digunakan untuk mengirimkan 50.000 pasaukan daratnya. Operasi ini memiliki tujuan yakni penyerangan basis Vietnam utara di Hanoi. Operasi ini berlangsung selama tiga tahun dengan beberapa jeda karena kedua belah pihak melakukan perundingan. Dalam operasi ini AS sedikitnya telah menjatuhkan 634.000 ton bom dan kehilangan 922 pesawat.
2.      Operation Arc Light (18 juni 1965 -15 agustus 1973) : Banyak pengamat menilai, operasi ini sebenarnya tidak efisien. dengan bomnya B-52 hanya membuat lobang-lobang besar di perhutanan. Meski demikian, pengeboman di ketinggian tinggi oleh B-52 membawa perspektif baru operasi pengeboman dari udara, B-52F merupakan model Strata- fortress pertama yang diturunkan dalam perang, Pesawat-pesawat ini diambil dari Wing Pengebom Ke- 7 dan Ke-320, Satu yang perlu dicatat, meski tidak ada pesawat B-52 yang tertembak musuh dalam operasi ini, namun dua B52F bertabrakan di udara menewaskan delapan awak pesawatnya. April 1966, peran B52F di Guam AFB digantikan model B-520 dari Wing Pengebom Ke-28 dan Ke 484, Musim Semi 1967, B-520 dikirim ke U-Tapao Airfied, Thailand, Tujuannya, agar B-52 dapat beroperasi penuh tanpa pengisian bahan bakar di udara. Tahun 1970, jumlah B-52 yang berbasis di pangkalan ini mencapai 40 unit. Operation Arc Light berakhir pada 15 Agustus 1973, Pada tanggal itu semua B-520 ditarik dari pengoperasiannya di kawasan Asia Tenggara
3.      Operation Menu ( pengeboman di Kamboja) : . Operasi Menu merupakan operasi pengeboman terhadap kawasan perlindungan Vietkong di wilayah Kamboja. Di mulai pada 15 Mei 1969 sebagai perintah dari Presiden Nixon. Tiga hari kemudian, 60 B-52 diterbangkan dari Guam, Pesawat itu melepaskan sekitar 24 ton born dli atas Kamboja. Sasarannya adalah COSVN. Operalion Menu berlangsung 14 bulan. Tcrcatat 3.875 sorti penerbangan dilakukan dalam operasi ini. Sementara jumlah bom yang dijatuhkan mencapai 108.823 ton
4.      Test Ofensive Operasi ini adalah serangan balasan yang dilakukan Vietkong dan tentara Vietnam Utara (PAVN) pada hari libur Vietnam, Tet 30-31 januari 1968. Vietcong serang yang membabi buta dilakukan oleh vietkong terhadap semua basis pasukan Amerika serikat. Serang dari pihak Amerika pun juga tidak kalah hebat apalagi dengan di Bantu oleh tentara Vietnam selatandalam perang ini tercatat 35.000 tewas, 60.000 orang terluka dan 6000 orang menjadi tawanan. Di pihak AS tentara yang tewas mencapai 1.100 orang. Sementara dari pihak Vietnam utara mencapai 2800 orang
5.      Operation Niagara ( penghadangan di Khe sanh) : merupakan gabungan anatara AU,AD dan Korp Marinir Amerika serikat untuk menghadang masuknya 20.000 tentara Vietnam uatra ke wilayah Khe Sanh  dalam satu hari tidak kurang 300 serangan dilancar oleh amerika dengan mengunakan pesawat pengebom. Operalion Niagara dipimpin Jenderal William C Westmoreland. Pada akhir opcrasi tanggal 31 Maret 1968, tercatat  26.000 penerbangan dengan bom yang dijatuhkan 110.000 ton dan pesawat B-52 berkontribusi dalam menjatuhkan  76.00 ton bom.
6.      Operation Linebacker : serangan besar besaran yang dilancarkan Vietnam utara pada tanggal  30 maret 1972. tentara Vietnam utara masuk kewilayah Vietnam selatan dengan mengerahkan  pasukan tank dan artileri. Karena kurang hati hati dalam membuat strategi banyak pasukan Vietnam utara yang menjadi korban. Tentara Amerika dan vietsel tidak tinggal diam mereka membalas serangan tersebut dengan mengerahkan B-52  ke beberapa wilayah di Vietnam Utara. Operasi ini awalnya berlabel Freedom Train namun diganti menjadi Linebacker. Operasi ini juga sempat terhenti oleh perundingan antar kedua belah pihak.
7.      operation linebacker : merupakan operasi lanjutan dari operation linebacker yang sempat terhenti akibat perundingan. Operasi ini dimulai lagi pada tanggal 18 desember 1972 Amerika melakukan pengeboman terhadap basis Vietnam utara. Dalam sebelas hari Operasi Linebacker, AS .kehilangan tiga B-52 pada malam pertama, serta enam unit pada malam kedua. Pesawat-pesawat ini menjadi sasaran ratusan rudal-rudal SAM Vietnam Utara. Operasi Linebacker II berakhir pada 29 Desember 1972. Dalam operasi ini AS melakukan 729 sarti penerbangan B-52, menjatuhkan 15.287 ton bom dan meng­hancurkan 34 target Vietnam Utara. Se­banyak 80 persen instalasi listrik Vietnam Utara berhasi dilumpuhkan.

Pertempuran yang terjadi antara Vietkong dengan tentara Amerika Serikat merupakan perang yang pertama kali disiar kepada masyarakat umum, dari apa yang dilahat oleh masyarakat menimbul sikap pro dan kontra terhadap pemerinatahan L.B. Johnson, bahkan seorang pakar kebijakan internasional menganggap  Amerika tidak mempunyai kemampuan untuk meredakan perang di vietnam. Rakyat Amerika menyaksikan sendiri bagaimana serangan militer besar-besaran tampak tidak punya pengaruh apa-apa terhadap jalannya perang.[20] Ketidakpuasan rakyat atas kebijakan Amerika Serikat, terutama di kalangan muda, memaksa Johnson untuk mulai melakukan negosiasi damai.[21]
Apa yang telah dilakukan  LB Johnson terhadap Vietnam mendapat tanggapan yang cukup beragam di kalangan masyarakat Amerika Serikat sendiri. Namun tindakan tindakan yang dilakukan oleh pemerintah dianggap menyalahi HAM muncullah sentiment sentiment antiperang, terutama pada LB Johnson . Dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat di Chicago, Ilinois, para pengunjuk rasa berkelahi dengan polisi. Kekacauan di Partai Demokrat, terutama setelah terbunuhnya Robert Kennedy di bulan Juni, penolakan kaum kulit putih atas langkah persamaan hak sipil di tahun 1960-an, serta munculnya kandidat presiden ke-3 Gubernur Alabama George Wallace yang menang di negara bagian yang dipimpinnya dan juga di Mississippi, Arkansas, Louisiana, serta Georgia, telah membantu terpilihnya calon Partai Republik Richard Nixon, yang berencana menarik pasukan Amerika Serikat dari Viet­nam dan meningkatkan ketertiban di dalam negeri.[22]
Sementara melakukan penarikan pasukan Amerika Serikat secara lambat, Nixon juga memerintahkan beberapa pengeboman paling mengerikan dalam perang tersebut. Ia juga menginvasi Kamboja pada tahun 1970 untuk memutus jalur persediaan Vietnam Utara, yang menggunakan negara tersebut untuk perjalanan ke Vietnam Selatan. Hal ini mendorong munculnya serangkaian protes dan demonstrasi baru, yang ditandai dengan mahasiswa dari banyak univer­sitas turun ke jalan. Dalam salah satu unjuk rasa di Kent State di Ohio, pasukan garda nasional yang diturunkan untuk mengatasi keadaan mengalami panik dan akhirnya membunuh empat orang mahasiswa.
Gencatan senjata, yang dinegosiasikan oleh penasihat keamanan nasional Nixon, Henry Kissinger, akhirnya ditandatangani pada tahun 1973. Walau pasukan Amerika dipulangkan, perang masih berlanjut hingga musim semi 1975, ketika Vietnam Utara akhirnya menguasai seluruh negeri.
Perang tersebut harus dibayar mahal. Vietnam hancur, dan jutaan orang Vietnam cacat atau tewas. Amerika Serikat sendiri menghabiskan lebih dari $15 miliar, kalah perang, serta kehilangan 58.000 nyawa tentaranya. Perang ini juga
mengakhiri konsensus kebijakan luar negeri Perang Dingin. Masyarakat belakangan mengetahui bahwa beberapa satuan militer tertentu Amerika melakukan kejahatan perang di Vietnam dan bahwa pemerintah telah berbohong tentang keadaan sesungguhnya yang terjadi dalam insiden Teluk Tonkin pada tahun 1964. Banyak warga Amerika yang terkejut atas terjadinya invasi di Kamboja. Perang ini membuat banyak anak muda yang mempertanyakan tindakan-tindakan negara mereka dan nilai-nilai yang selama ini mereka junjung[23]
Kekalahan yang diderita oleh amerika serikat dalam perang Vietnam membuat Negara ini mulai kehilangan statusnya sebagai Negara adi-kuasa, tidak ingin dipermalukan oleh Negara lain AS mencoba membuat sebuat perundingan untuk menyelesaikan konflik di Vietnam
            Perundingan yang digagas oleh Negara Negara yang terlibat konflik disebut dengan Perundingan Paris 27 januari 1973 secara resmi  mengakhiri perang Vietnam. Perunding utama adalah penasehat keamanan nasional Amerika Serikat Henry Alfred Kissinger. Ketetapan ketapan yang diperoleh dari perundingan tersebut adalah :
  1. pada awal 27 januari awal harus ada gencatan senjata di Vietnam
  2. sescepitu gencatan senjata dilakukan, maka sepcepat itu pula pasukan AS akan di tarik dari wilayah Vietnam.
  3. akan ada perundingan di antara kedua belah pihak
  4.  reunifikasi Vietnam akan dilakukan selangkah demi selangkah melalui cara damai [24]
banyak tanggapan atas perjanjian yang dilakukan di paris tersebut hal tersebut dapat dilahat dari beberapa sudut pandang diantaranya sudut pandang dari peking, moskwa dan Washington.[25] dengan meninggalnya Ho Chi minh nampaknya tidak ditemukan lagi sosok yang kuat di kubu Hanoi yang mungkin akan menjadi korban politik AS.[26]
Akan tetapi, perdamaian di Vietnam tidak berlangsung lama. Pada tahun 1974, Vietnam Utara dengan Ibukota Hanoi, mulai melanggar kesepakatan-kesepakatan damai yang dihasilkan dalam The Paris Accords. Tentara Viet Cong mulai menganeksasi beberapa daerah di Vietnam Selatan, seperti provinsi Phuoc Long, yang diserbu Viet kong di Januari 1975. Invasi Vietnam Utara atas Vietnam Selatan pun tidak dapat dibendung. Pada 21 April 1975, Presiden Nguyen Van Thieu mengundurkan diri dan terbang ke Taiwan. Pada 30 April 1975, Saigon dikuasai oleh Vietnam Utara. Tank-tank Vietnam Utara memasuki kota tersebut sebagai tanda kemenangannya. Pada tanggal 2 Juli 1976, pemerintahan militer pun dibentuk. Vietnam diproklamirkan sebagai Republik Sosialis Vietnam, dengan Ibukota Hanoi. Nama kota Saigon diubah menjadi Ho Chi Minh.[27] (BERSAMBUNG)

ARTIKEL LANJUTAN KLIK DI SINI


[1]  Front Nasional untuk Pembebasan Vietnam Selatan (bahasa Vietnam Mặt Trận Dân Tộc Giải Phóng Miền Nam), juga dikenal sebagai Viet Cong (VC), Front Pembebasan Nasional (FPN), dan Front National de Liberté (FNL), adalah organisasi utama pemberontak (partisan) yang berjuang melawan Republik Vietnam yang didukung oleh AS pada masa Perang Vietnam
[2] ---.Perang Udara diatas Vietnam. Jakarta. Angkasa. 2005. hal 13
[3] Ngo Dinh Diem dilahirkan pada tahun 1901 di propinsi Quang Binh Vietnam Tengah. Ia adalah putera dari seorang menteri dari ista­na keraj aan yang bemama Ngo Dinh Khu. Keluarganya merupakan salah satu dari tuan-tuan tanah yang kaya dan mandarin yang berpengaruh
[4] Kemenangan Diem atas Bo Dai tidak lepas dari peranan Amerika, karena Diem merupakan tangan kanan Amerika dalam menghadapi laju serangan komunis utara.
[5] Jalan yang di buat oleh tentara Vietnam utara dikenal dengan nama Ho Chi Minh trail membentang sepanjan ratusan mil ada pula yang menyebutnya jalur tikus.
[6] ---.Perang Udara diatas Vietnam. Jakarta. Angkasa. 2005. hal 14
[7] Lihat,  http://buoneparte.wordpress.com/ perang Vietnam/
[8] ---.Perang Udara diatas Vietnam. Jakarta. Angkasa. 2005. hal 14
[9] ---. Op cit. hal 14
[10] Willian T. Young, J. American realities, historical episodes. New york. Litle brown company. 1981 hal : 235
[11] ---. Op cit. hal 34
[12] ---. Op cit. hal 34
[13] ibid
[14] Persetujuan kongres, sebenarnya masih ada pertentangan di dalam tubuh parlemen
[15] Pesawat yang marak dipergunakan adalah helikopter karena bisa digunakan untuk mendaratkan pasukan ditempat tempat yang sulit dijangkau. Bahkan pabrik heli AS sedikitnya telah membuat 15000 unit dan mengirimnya ke vietnam
[16] Penerbangan rendah pasukan Amerika justru membuat kapal mereka mudah menjadi sasaran tembak rudal anti pesawat Vietkong. Selain itu juga untuk mengetahui posisi vietkong Amerika menyemprotkan obat kimia penggugur dedaunan agar Pasukan Vietkong tidak bisa bersembunyi yang nantinya menimbulkan keracunan bagi rakyat sipil
[17] ---. Op cit. hal 39
[18] Berdasarkan keterangan amerika kapal patroli torpedo Vietnam utara menembaki kapal patroli Amerika pada tanggal 2 dan 4, tetapi pihak Vietnam membantah menembak kapal Amerika pada tanggal 4 agustus. Kapal yang diserang bernama USS Maddox
[19] ---, Garis Besar Sejarah Amerika.2004. hal 355
[20] Setiap serangan amerika yang gagal dikarena tidak mampu memangfaatkan lebatnya hutan , karena pengalaman sebelumnya tentara amerika berperang di lapangan terbuka dan bersembunyi di balik gundukan tanah, sedangkan vietkong sudang mampu memangfaatkan kondisi geografis wilayahnya.
[21] ---, Garis Besar Sejarah Amerika.2004. hal 355
[22] ---. Op cit. hal 356
[23] ---, Garis Besar Sejarah Amerika.2004. hal :356
[24] http : // id.wikipedia/org/wiki/persetujuan-damai-paris “
[25] Tek Tjeng Lie, studi wiilayah pada umumnya asia tenggara pada khususnya.1977. Bandung : Alumni. Hal :155
[26] Op.cit hal : 180
[27] Lihat : http://historysurfing.blogspot.com/history vietnam

Kindly Bookmark this Post using your favorite Bookmarking service:
Technorati Digg This Stumble Stumble Facebook Twitter
Your adsense code goes here

1 komentar:

Unknown on January 7, 2019 at 4:54 PM said...

Makasih yah 😘

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 

| SOCIAL STUDIES-Qu News © 2013. All Rights Reserved |Template Style by Social Studies-Qu News | Design by Fer Bas | Back To Top |