Monday, November 12, 2012

Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa ke Asia Tenggara.



a. Meletusnya Perang Salib di Asia Barat ( 1096-1291)
Perang Salib merupakan perang antara umat Kristen dan tentara Bani Saljuk yang beragama islam. Perang ini berlangsung secara bergelombang sampai tujuh kali dan berlangsung selama dua abad (1070-1291). Perang ini tidak berlangsung secara terus menerus tetapi ada masa-masa damai. Pada saat seperti itu pasukan Salib (Kristen) membawa barang-barang ke Timur untuk diperkenalkan kepada keluarga dan tetanggga mereka.
Akibatnya barang-barang dari Timur seperti sutra dan porselen dari Cina, permadani dari Teluk Parsi, gading dari India, serta rempah-rempah amat digemari di Eropa. Sebaliknya dari kerajaan Romawi diekspor ke Timur barang-barang dari gelas, emas, dan perak. Meletusnya Perang Salib di Asia Barat disebabkan adanya berbagai alas an, antara lain sebagai berikut :
1.      Pembelan Negara-negara Katholik Barat terhadap kekuasaan bangsa Turki Seljuk.
2.      Membebaskan atau memerdekakan tempat-tempat suci di Palestina.
3.      Memungkinkan kembali perjalanan jemaah ke tanah suci.
4.      Semangat keagamaan yang tinggi dari kaum bangsawan, tetapi banyak juga yang berjuang hanya para kepahlawanan saja.
Perang Salib yang pertama dipimpin Godfried Bauillon pada tahun 1096. Pasukan Perang Salib melakukan pertempuran di sepanjang jalan antara selat Bosporus sampai Yerussalem. Setelah menghadapi perlawanan yang dahsyat dari tentara islam dengan korban yang amat banyak, maka pasukan Perang Salib dari Eropa berhasil menduduki kota Yerussalem pada tahun 1099. Sejak masa itu Godfreid terkenal dengan gelar “Pelindung Makam Suci”. Di Syria dan palestina didirikan empat Negara kecil, namun demikian selalu menadpat ancaman dari tentara Turki. Supaya dapat tetap berdiri dunia Katholik tiap kali harus menolongnya. Pada tahun 1187 Kerajaan Islam yang dipimpin oleh Salahuddin dari Mesir merebut kembali kota suci Yerussalem dari kekuasaan orang Kristen. Tapi pada tahun 1229 tentara kaisar Frederik II berhasil menduduki kembali kota suci Yerussalem dan tempat-tempat lain di Palestina.
Perang Salib yang paling terkenal adalah Perang Salib III pada tahun 1189, Perang Salib ini dipimpin oleh raja-raja Eropa Barat terkemuka antara lain yaitu Frederick Barbosa ( kaisar Jerman), Philips II Ausgt (raja Perancis), dan Richard Lionheart (raja Inggris). Hasil Perang Salib yang ketiga mengecewakan bagi Eropa. Frederick Barbosa tewas di Asia Kecil, sedangkan Philips Agust II dan Richard Lioneart tidak ada kerja sama yang baik sehingga tidak membawa hasil. Pada tahun 1291 Perang salib berakhir dan seluruh daerah Palestina menjadi bagian dari Kerajaan Islam. Namun demikian umat Kristen diberi kebebasan untuk berziarah ke tempat suci di Palestina seperti semula.
Perang Salib ini mengakibatkan perdagangan antara Eropa dan Asia berkembang dengan pesat. Berkembangnya kota-kota perdagangan di Pantai Laut Tengah seperti Venesia, Genoa, dan Konstantinopel. Dari pelabuhan-pelabuhan ini barang-barang dari Timur dibawa saudagar-saudagar Spanyol dan Portugal, Lisboa.
Dari Lisboa atau Lisabon barang-barang dari Timur dibawa oleh saudagar-saudagar Ingris dan Belanda ke Eropa Utara sehingga berkembang pelabuhan-pelabuhan Lisabon dan Antwerpen di Eropa dengan pesat.
b. Jatuhnya Konstantinopel serta putusnya Hubungan Perdagangan Asia-Eropa.
Sebelum terjadinya Perang Salib jalur perdagangan Eropa dan Asia sangat ramai. Orang-orang Eropa banyak datang dari Venezia yang merupakan pelabuhan transito untuk mendapatkan barang rempah-rempah dari Timur. Selama berlangsungnbya Perang Salib (1096-1291) perdagangan antara Eropa dan Asia yang melalui Laut Tengah mengalami kemunduran, karena pada saat itu terjadi permusuhan antara Eropa (Kristen), dengan Asia Barat (Islam). Setelah selesainya Perang Salib maka disusul dengan munculnya kekuasaan baru di daerah kekhalifahan Timur, yaitu kekuasaan Turki Usmani. Bangsa Turki usmani menjadi penguasa di daerah-daerah mulai dari Mesir, Palestina, Syria, Mesopotamia, dan Asia Kecil. Bahkan Kerajaan Romawi Timur dengan ibu kota Konstantinopel  jatuh ke tangan bangsa Turki (1453). Dengan demikian seluruh jazirah Balkan dapat dikuasi oleh Turki.
Dengan jatuh Kerajaan Bizantium (Romawi Timur) ke tangan Turki maka jalur perdagangan di Laut Tengah antara Eropa dan Asia Barat terputus. Penyebab putusnya hubungan antara Barat (Eropa) dan Timur (Asia Barat), yaitu setelah jatuhnya kota Konstantinopel ke tangan bangsa Turki Usmani pada tanggal 29 Mei 1453 di bawah pimpinan Sultan Mahmed II. Sejak masa itu pula perdagangan bangsa Spanyol dan Portugis dilarang melakuakan perdagangan di Laut Tengah dikuasai bangsa Turki. Padahal pada waktu itu kota Konstantinopel (ibu kota Romawi Timur) merupakan pasar Rempah-rempah dan barang lain dari Timur bagi Eropa. Orang-orang Eropa tidak lagi datang ke Venezia yang merupakan pelabuhan transito dalam perdagangan antara Asia dan Eropa. Mereka tidak mau lagi tunduk pada islam.
Perang Salib yang kemuduran perdagangan di Laut Tengah dan berdampak terhadap perekonomian. Daerah-daerah di sekitar Laut Tengah yang dahulunya ramai sebelum Perang Salib oleh bangsa Timur yang membawa rempah-rempah menjadi sepi. Hal ini menyebabkan keguncangan perekonomian di daerah sekitar Laut Tengah (mediterania), Perekonomian di daerah mediterania mengalami kemerosotan.
Kemunduran perdagangan di laut Tengah dan terputusnya hubungan antara Asia Barat dan Eropa Barat menimbulkan kesulitan bagi bangsa Eropa Barat untuk mendapatkan barang rempah-rempah dari Timur yang sangat dibutuhkan di Eropa. Hal ini juga menimbulkan keguncangan perekonomian di Eropa Barat. Dengan terputusnya hubungan perdagangan antara Eropa dan Asia Barat, maka mendorrong bangsa-bangsa Eropa Barat (Spanyol, Portugis, dan Belanda) untuk mencari dunia Timur (Indonesia) sebagai tempat komoditi rempah-rempah.
   c. Jatuhnya Lisabon ke Tangan Bangsa Spanyol (1594) serta akibatnya
Peperangan antara Spanyol dan Portugis yang beragama Katolik melawan Inggris dan Belanda yang beragama Protestan mempengaruhi sejarah petualangan samudra. Jatuhnya Lisabon ke tangan Spanyol tahun 1594 menyebabkan Inggris dan Belanda tidak bisa lagi mengambil rempah-rempah dari Lisabon karena telah dikuasai oleh musuhnya, bangsa Spanyol. Akibatnya bangsa Inggris dan Belanda turut berlomba mencari rempah-rempah. Dan datang ke Indonesia (Maluku) secara berturut-turut bangsa-bangsa Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda.
Para petualang Spanyol dan Portugis berlomba untuk mendapatkan Hindia (tempat yang mereka duga sebagai penghasil rempah-rempah). Perlombaan di antara mereka sering menimbulkan sengketa.
Akhirnya Sri Paus menengahi mereka dan mempertemukan kedua bangsa dalam perjanjian Tordesillas (1494) yang isinyamembagi dunia menjadi dua bagian denagn batas garis buju Tordesillas di Tanjung Verde. Sebelah barat menjadi bagian Spanyol dan sebelah Timur menjadi bagian Portugis.
   d. Upaya-upaya Bangsa Portugis dan Spanyol Mencari Jalan ke Indonesia Melalui Penjelajahan Samudra.
Sejak permulaaan abad pertengahan orang-orang Eropa sudah mengenal hasil rempah-rempah dari negeri Timur terutama Indonesia. Bangsa Eropa membeli rempah-rempah di pelabuhan-pelabuhan sekitar Laut Tengah. Pada tahun 1453 kota Istambul (konstantinopel), Syria, dan Asia Kecil jatuh ke tangan Turki. Pemerintahan Turki mempersulit kedatangan pedagang-pedagang Eroap dan para pedagang dari Timur, khususnya Indonesia sebagai penghasil rempah-rempah.
Adapun factor-faktor yang mendorong penjelajahan Samudra adalah sbagi berikut :
· Keinginan untuk mendapatkan rempah-rempah dari daerah asal sehingga lebih murah dan dapat mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya.
· Adanya kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yaitu dengan ditemukannya alat kompas sehingga dapat memperlancar kegiatan penjelajahan.
· Adanya keinginan untuk menyebarkan agama Nasrani ke daerah-daerah yang dikunjungi.
· Adanya suatu pendapat bahwa bentuk bumi itu bulat yang pertama-tama mengungkapakan teori atau pendapat ini adalah Copernicus (1473-1543), serang ahli matematika dan astronomi Jerman. Kemudian diperkuat oleh Galieo galilei (1564-1630), astronom dari Italiayang menyatakan bahwa matahari adalah pusat dunia dan dikelilingi planet beserta asteroid disebut teori Helliosentris. 

Pendapat dari kedua ahli perbintangan itu mendorong para penjelajah atau pelaut untuk membuktikan bahwa yang dinyatakan oleh Copernicus maupun Galileo Galilei itu benar dan tujuannya untuk menghampiri dunia Timur dengan mengadakan pelayaran ke Bara. Bangsa Eropa yang mempelopori penjelajahan samudra adalah bangsa Portugis dan Spanyol.
1. Penjelajahan Samudra oleh Bangsa Portugis
a)      Bartholomeus Diaz
Seorang bangsa Portugis yang pertama kali melakukan penjelajahan samudra adalah bartholomeus Diaz. Ia melakukan pelayaran melalui arah timur dengan menyusuri pantai barat Afrika. Pada tahun 1486 Bartholomeus Diaz sampai di ujung Afrika Selatan yang kemudian disebut Tanjung Harapan. Setelah sampai di Tanjung Harapan ia tidak sanggup lagi melanjutkan perjalanannya menuju Timur dan kembali lagi ke Portugis.
b)   Vasco da Gama
Vasco da Gama ini melanjutkan usaha Bartholomeus Diaz dalam mengadakan pelayaran menuju ke negeri Timur. Dalam ekspedisi ini ia mengambil rute sebagai berikut : Tanjung Verde – ST Helena – tanjung Topan ( Tanjung Harapan) – Mozambique—Calicut. Pada tahun 1498, dia berhasil mendarat di Calicut India. Calicut adalah kota dagang utama di pantai barat India, terutama untuk perdagangan rempah-rempah. Kota dagang tersebut kemudian lebih dikenal dengan nama Goa. Selanjutnya bangsa Portugis mendirikan pangkalan dagang yang pertama di Asia yaitu di Goa. Suatu keistimewaan dari ekspedisi Vasco da Gama adalah di bawanya sejumlah batu “Padrao” yang bertuliskan lambang “Bola Dunia” untuk dipancangkan setiap tempat atau negeri baru yang ditemukan Portugis.
c)    Alfonso d’Albuquerque
Pada mulanya Alfonso d’Albuquerque menjadi gubernur di pangkalan dagang Portugis di Goa. Kemudian pada tahun 1511 berhasil menduduki Malaka. Setelah berhasil menduduki Malaka, kemudia dia melanjutkan perjalanan ke Timur untuk mencari sumber barang rempah-rempah. Pada tahun 1512 Portugis sampai di Maluku. Akhirnya pada tahun 1521 Portugis berhasil menguasai Maluku yang merupakan sumber rempah-rempah (Berg, 1952 : 117).
2. Penjelajahan Samudra oleh Bangsa Spanyol
1)   Christophorus Columbus
Cristophorus Columbus merupakan pelaut yang diagungkan sebagai penemu benua Amerika, walaupun sebenarnya dia belum pernah menginjakkan kakinya di benua itu. Dalam pelayaran itu Columbus baru sampai di kepulauan Bahama, Cuba, Jamaika, dan Haiti. Pada tahun 1492 Columbus dalam perjalanannya kea rah barat berhasil melintasi Samudra Atlantik dan sampai di Kepulauan Bahama. Columbus menduga bahwa daratan yang baru dia temukan itu adalah India sehingga ia menamakan penduduknya yang berkulit merah sebagai bangsa Indian. Padahal faktanya India mempunyai suku yang bernama Hindustan bukan Indian.
            Pada tanggal 12 Oktober 1492 Columbus mendarat di sebuah pulau, kemudian pulau itu diberi nama San Salvador, dengan suatu upacara. Dalam upacara tersebut dia turun ke darat sambil memegang pedang panjang di tangan kanan dan bendera Spanyol di tangan kiri. Kemudian Columbus terharu mencium tanah dan ketika berdiri ia menyatakan pulau tersebut sebagai milik raja dan ratu Spanyol. Columbus banyak menulis tentang pelayarannya, seperti seluk beluk dan sifat arus serta angin di Lautan Atlantik yang merupakan laporan untuk Ratu Isabella. Hal itu merupakan warisan berharga bagi pelayaran pada masa berikutnya. Sebenarnya orang yang pertama kail berhasil menyusun peta benua baru itu adlah seorang pelaut yang bernama Amerigo Vespucci. Tulisannya berjasa mengungkap daerah pantai timur benua Amerika di sekitar Laut Karibia. Dari nama dialah benua baru tersebut di beri nama Amerika.
2)   Ferdinand de Magelhaens
Magelhaens adalah seorang pelaut kebangsaan Portugis yang tinggal di Spanyol. Dia memulai pelayarannya tangal 10 Agustus 1519. Dalam pelayarannya tersebut dibantu oleh Yuan Sebastian del Cano dan Piggafetta. Dia berlayar ke  arah barat  mengikuti jejak Columbus. Ekspedisi Magelhaens--del Cano tersebut menempuh rute sebagai berikut : Tanjung Verde (di Lautan Atlantik) menyeberang Lautan Atlantik ke arah selatan sampai di ujung Benua Amerika (selat Magelhaens) dan menyeberangi Lautan Pasifik ke arah barat, mendarat di Pulau Guam dan diteruskan ke Kepulauan Massava. Kepulauan Massava diberi nama Filipina. (http://www. Wikipedia.org/ Ferdinand Magelhaens, 2009) Setelah sampai di Filipina Magelhaens berselisih dengan penduduk asli Filipina. Akhirnya Magelhaens tewas pada tahun 1521. Pelayaran dilanjutkan oleh anak buahnya yang dipimpin oleh Yuan Sebastian del Cano ke Maluku. Mereka membeli rempah-rempah di Maluku untuk dibawa pulang ke Spanyol. Dalam perjalanan pulangnya dia tidak kembali menempuh rute pelayaran pada saat berangkatnya. Namun dia melanjutkan berlayar menuju kea rah barat melewati Samudra Hindia, sampai di tanjung Harapan dan Kembali ke Eropa. Dengan demikian Ekspedisi Magelhaens—del Canomerupakan pengeliling dunia yang pertama. Dan hal ini menujukkan bahwa bumi itu benar-benar bulat. Dengan keberhasilaan pelayaran-pelayaran oleh bangsa Portugis dan bangsa Spanyol menyebabkan Negara-negara tersebut peling kaya di Eropa. Dengan keberhasilan penjelajahan samudra tersebut mendorong semakin banyaknya bangsa Eropa untuk berusaha datang ke Indonesia.

Kindly Bookmark this Post using your favorite Bookmarking service:
Technorati Digg This Stumble Stumble Facebook Twitter
Your adsense code goes here

0 komentar:

Post a Comment

 

| SOCIAL STUDIES-Qu News © 2013. All Rights Reserved |Template Style by Social Studies-Qu News | Design by Fer Bas | Back To Top |