Wednesday, November 14, 2012

Pemikiran Karl Marx Pada Periode Marx Muda Dan Marx Tua




Dalam memahami sebuah pemikiran seorang filsuf, kita perlu mengetahui perkembangan atau perubahan perubahan yang terjadi. Mengenai Marx sendiri banyak para ahli yang masih bersilang pendapat mengenai pemikiran Karl Marx.

Yang sering kali diperdebatkan adalah perubahan Marx yang humanis menjadi anti humanis atau ilmiah yang kemudian dibedakan adalah "Marx muda" dan "Marx tua", hal mana sebetulnya kurang te­pat karena tahap "Marx tua" pada umumnya dianggap sudah dimasuki Marx dengan The German Ideology yang ditulisnya bersama temannya sekitar tahun 1846, jadi waktu ia baru berumur 28 tahun Antara gaya berpikir "Marx muda" dan gaya berpikir "Marx tua" jelas ada perbedaan yang cukup mencolok. Tetapi apakah hal itu berarti bah­wa pemikiran Marx berubah arah atau pemikirannya hanya sekadar berkembang. Gaya khas pikiran Marx muda baru diketahui dalam abad ini. Tulisan-tulisan pen­ting, seperti The German Ideology, dan terutama Naskah-naskah Paris yang ditulisnya pada akhir tahun 1843 (di mana istilah kunci Marx adalah "keterasingan", istilah yang kemudian menghilang dari perbendaharaan bahasa­nya) baru diterbitkan dalam abad ini, jauh sesudah Marx meninggal dunia.[1] Berikut  ini akan dijelaskan mengenai dibalik pemikiran Marx Muda dan Marx Tua tersebut
Periode pemikiran Marx muda dimulai ketika pada usia 23 tahun Marx memperoleh gelar doktor dalam ilmu filsafat dengan disertasi berjudul The Difference between Democritean and Epicurean Philosophy of Nature (Perbedaan antara Filsafat Alam Democritos dan Epicurus). Namun, meski Marx berasal dari Universitas Berlin, disertasi ini didapatkannya dari Universitas Jenna. Hal ini karena reputasi Marx sebagai Hegelian muda yang radikal tidak memungkinkannya meraih doktor di Universitas Berlin.[2]
Gaya pemikiran yang radikal dan bebas menyatakan pemikirannya membuat Marx gagal menjadi dosen, apalagi setelah Bruno Bauer dipecat sebagai rektor Universitas Berlin karena Hegelian Muda Sayap Kiri menulis buku yang berjudul Kritik der Evangeilschen Gesichte der Synoptiker (Kritik terhadap sejarah Injil Sinoptik). Lalu Marx pindah ke Kln, menjadi wartawan dan menerbitkan majalah oposisi Rheinissche Zeitung (Rhine Gazzette) di tahun 1842. Namun karena kritikannya terlalu keras, majalah ini diberangus pemerintah, sehingga Marx bersama Arnold Ruge memutuskan pindah ke Paris dan menerbitkan penerbitan berkala yang tak kalah kritisnya bernama Deutsche-Franzosische Jahrbucher (Buku Tahunan Jerman-Perancis). [3]
Pada tahun 1844, Marx bertemu dengan Friedrich Engels,[4] seorang sosialis asal Jerman,. Engels kemudian menjadi sahabat terbaik Marx dan mulai meluncurkan berbagai tulisan hasil pemikiran  mereka berdua. Di Paris, Marx juga mulai mengenal para anggota sosialis bawah tanah Perancis yang akhirnya menumbuhkan benih-benih pemikiran komunis. Sikap komunis ini juga amat dipengaruhi oleh sahabatnya, Engels yang ternyata seorang komunis[5] yang mempengaruhi Marx melalui perhatian Marx pada kelas pekerja dan mengarahkan perhatian Marx pada ekonomi. Marx kemudian menjadi komunis dan meletakkan pemikirannya melalui rangakaian tulisannya yang dikenal sebagai The Economic and Philosophical Manuscript di tahun 1844, tapi karya ini baru dipublikasikan pada tahun 1930. Pada manuskrip ini Marx menggambarkan sebuah konsepsi komunis yang humanis. Tulisan ini sangat dipengaruhi oleh pemikiran Feurbach dan didasarkan pada sebuah perbedaan kontras antara kehidupan kelas buruh yang teralienasi di bawah kapitalisme[6] dan sebuah masyarakat komunis di mana orang dapat secara bebas mengembangkan kehidupan merka melalui produksi yang kooperatif..[7]
Kehidupan Marx di Brussel merupakan titik balik pemikirannya yang disebut perione Marx Tua. Di Brussel, Marx memperdalam ilmu Ekonomi dan menjalin hubungan dengan kaum buruh, serta melakukan berbagai pidato yang sangat keras untuk menggerakkan kaum buruh. Di tengah kesibukannya berorasi, ia menulis suatu kritik tentang pemikiran Feuerbach yang berjudul Theses on Feuerbach (Dalil-dalil untuk Feuerbach) yang menjadi pokok dan mewarnai filsafatnya di kemudian hari. La Misere de la Philosophie (Kemiskinan Filsafat) adalah buku filsafat pertamanya untuk mengkritik buku karangan Pierre Joseph Proudhon yang berjudul Philosophie de la Misere (Filsafat Kemiskinan). Kritik Marx adalah bahwa Proudhon tidak revolusioner dan tidak memberi gambaran masa depan bagi kaum buruh untuk membebaskan diri genggaman kapitalis. Saat inilah sesungguhnya Marx mulai meletakan dasar pemikirannya tentang Materialisme Historis. [8]
Communist League terbentuk di Brussel pada tahun 1847. Liga ini merupakan organisasi kerjasama kaum buruh Inggris, Jerman, dan Perancis, yang menjadi cikal bakal Gerakan Pekerja Internasional (International Workmen’s Association) yang pertama. Marx bersama Engels Dalam publikasi awal karya mereka, The Commu­nist Manifesto, Marx, dan Engels mengemukakan rencana lima tahun agitasi revolusi politik serta mengomentari kegagalan revolusi Eropa tahun 1948­-1949.[9]Akibat Manifesto Partai Komunis ini akhirnya terjadi kekacauan di Perancis pada 24 Februari 1848 yang kemudian meluas ke Jerman, Perancis, dan Brussel. Hal ini membuat Marx kemudian diusir oleh pemerintah ke luar Belgia.[10]
Tulisan-tulisannya yang sebelumnya dimuat di majalah bulanan di Amerika Serikat berjudul Die Revolution kemudian dibukukan oleh Engels, diantaranya The Class Struggle in France: 1848-1850, Der 18, Brumaire des Louise Bonaparte. Dalam buku ini Marx menerapkan pandangannya tentang materialisme historis dan menerangkan kondisi dan sebab yang melatarbelakangi kudeta Napoleon Bonaparte. Buku lain pada masa ini adalah berjudul Herr Vogt, sebuah polemik Marx dan Karl Vogt tentang perang saudara di Italia. Marx melihat bahwa kehancuran sosial yang ditimbulkan oleh keadaan perekonomian yang kacau berkaitan dengan mekanisme pemerintahan yang ada. Salah satunya adalah penggunaan gereja sebagai alat penguasa untuk memeras dan memperbudak rakyat miskin.. kritikan tersebut terdapat dalam bukunya Contribution to the Critique of Hegel’s Philosophy of Right.[11]
Pada tanggal 14 Maret 1883 Marx meninggal dunia di meja kerjanya dalam kamar studinya sebagai orang tanpa warganegara. Hanya sebelas orang yang mengantarnya ke tempat peristirahatannya yang terakhir di Highgate Cemetery, London. Pada tahun 1954 Partai Komunis Inggris membangun bangunan nisan untuk kuburan Marx, di mana pada batu nisannya tertulis “Workers Of All Lands Unite”  yang merupakan baris terakhir dari Manifesto Komunisnya dan juga tulisan “The Philosophers Have Only Interpreted The World In Various Ways – The Point However Is To Change It”  (Para filosof hanyalah baru sekedar menafsirkan dunia dengan berbagai cara – masalahnya adalah bagaimana mengubahnya), merupakan versi Inggris dari tesis ke sebelas untuk Feuerbach.  Namun perlu dicatat bahwa selama hidupnya, Marx mampu menggabungkan teori dan praktik yang jarang dilakukan oleh para teoritisi lainnya, yaitu  studi mendalam yang membuahkan serangkaian teori dan tindakan aktif dalam organisasi kaum buruh sebagai realisasi dari praksis teorinya.[12]


[1] Magnis-suseno, franz. Pemikiran Karl Marx: dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionis( Jakarta. Gramedia pustaka utama. 2001) hal. 7.
[2] Lihat , http://jumbomadonna.multiply.com/Karl_Marx_dan_Pengaruh_Feuerbach
[3] Ibid
[4] Lahir di Barmen, Wuppertal, Jerman. 28 november 1820 – London, 5 agustus 1895 : merupakan anak pengusaha tekstil, yang kemudian menulis buku tentang kelas pekerja diinggris, dan bergabung dalam penulisan jurnal yang dibuat Marx
[5] Pertama kali muncul di Perancis setelah revolusi 1848, Etienne Cabet melalui karyanya Voyage En Icarie memperkenalkan gagasan komunis damai. Namun mengenai gagasan telah muncul semenjak greco-roman ( lihat : Hartisekar, Markonia. 2001. hal 28)
[6] Suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usaha  untuk meraih keuntungan sebesar besarnya.
[7] Lihat , http://jumbomadonna.multiply.com/Karl_Marx_dan_Pengaruh_Feuerbach
[8] Ibid
[9] Hartisekar, Markonis. Mewaspadai Kuda Troya Komunisme Di Era Reformasi.(Jakarta: Pustaka Sarana Kajian.2001) hal 29.
[10] Lihat , http://jumbomadonna.multiply.com/Karl_Marx_dan_Pengaruh_Feuerbach
[11] Ibid
[12] Ibid

Kindly Bookmark this Post using your favorite Bookmarking service:
Technorati Digg This Stumble Stumble Facebook Twitter
Your adsense code goes here

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 

| SOCIAL STUDIES-Qu News © 2013. All Rights Reserved |Template Style by Social Studies-Qu News | Design by Fer Bas | Back To Top |